Sunday, December 30, 2012

KESUBURAN DAN KONSERVASI TANAH BIDANG PERTANIAN

Pengertian Tanah
Tanah atau soil adalah tubuh alam yang dinamik di permukaan bumi tempat tumbuhan tumbuh, tersusun oleh bahan mineral dan bentuk kehidupan. Disebut dinamik karena tanah selalu berkembag / berubah dari waktu ke waktu. Cakupan seluk beluk tanah sangatlah luas baik fisika tanah, kimia tanah, mikrobiologi tanah, klasifikasi, maupun kesuburan dan pengawetan tanah. Sebagai insan pertanian biasanya kita memandang tanah sebagai alat produksi tanaman karena peranan tanah adalah
- Tempat tumbuh tanama
- Tempat penyediaan unsur hara
- Tempat gudang air tanaman
- Tempat udara tanah untuk pernafasan akar
Kesuburan Tanah
Kesuburan tanah (soil fertilizer) mencakup kesuburan alami dan produktifitas tanah. Kesuburan alami adalah daya kesanggupan alami tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumblah yang cukup dan seimbang. Sedang produktifitas tanah dalam kesanggupan tanah untuk memberikan hasil maksimal dengan menggunakan tehnik managemen yang sebaik-bainya.
Mempertinggi kesuburan tanah berarti mempertinggi produktifitas dan memelihara kesuburan tanah. Tingkat kesuburan tanah di tentukan oleh keadaan fisika tanah, kimia tanah dan biologis tanah.
  1. Termasuk dalam fisika tanah antara lain: Kedalaman efektif (lapisan tanah dimana perakaran tanaman dapat berkembang secara bebas) tekstur, struktur dan aerasi tanah.
  2. Termasuk kedalam kimia tanah antara lain: Reaksi tanah/PH tanah, unsur hara makro (N,P,K,S) dan unsur hara mikro.
  3. Termasuk kedalam biologi tanah antara lain: Jasad hidup tanah yang membantu penguraian bahan organik melalui mineralisasi, humifikasi, fiksasi.
Tanah dikatakan subur bila tanah memiliki kedalaman efektif  kurang lebih 150 cm, bertekstur lempung, PH tanah 6,5-7,0 serta mempunyai jasad hidup yang tinggi.
Pengawetan Dan Kerusakan Tanah
Pengawetan tanah/konservasi tanah adalah kombinasi semua cara pengelolaan dan penggunaan wilayah yang paling baik untuk menjaga dari pengerusakan oleh faktor alam atau yang dibuat manusia.
Pengawetan tanah bertujuan menjaga kesuburan tanah, kemampuan tanah dan amat berguna sebagi acuan  perencanaan kebutuhan pupuk dan pemupukan. Pengawetan tanah dilakukan untuk mencegah penghanyutan tanah, oleh sumber air dan cara penggunaan tanah menurut kesanggupan tanahnya. Karena tanah diusakan oleh manusia maka tanah selalu berubah baik kandungan maupun sifat-sifatnya.
Tanah akan sempurna bilah telah mengalami pelapukan yang sempurna, sehingga funsi tanah sebagai alat produksi semakin baik. Penggunaan tanah yang tidak memperhatikan faktor pembentukannya akan merusak tanah.
Pengawetan tanah diartikan sebagi usaha untuk mengembangkan dan memelihara sistem penggunaan tanah yang efisien akan menjaga produktifitas dalam jangka waktu yang tidak terbatas (selama mungkin). 


Friday, December 28, 2012

PERTANIAN ALAMIAH BIDANG PERTANIAN

Sebagai akibat perkembangan ekonomi yang demikian pesat, peningkatan kebutuhan hidup rakyat pada umumnya dan para petani pada khususnya, yang hidupnya sangat tergantung pada pemilikan sebidang tanah sebagai warisan dari nenek moyang mereka, maka upaya pengelolaan tanah petani pada umumnya mengikuti berbagai masukan teknologi yang banyak memberikan dampak negatif.

Kita dapat mengakui bahwa penggunaan obat - obatan dan pupuk kimia serta mesin - mesin berat selama ini telah dapat meningkatkan hasil pertanian, namun hal tersebut mempercepat meluasnya lahan-lahan kritis dan menimbulkan kerugian bagi para petani dan juga bagi masyarakat yang secara tidak langsung memiliki keterikatan pula dengan pertanian dan dapat berpengaruh pula pada kelestarian lingkungan.

Akan tetapi petani yang sadar terhadap masalah ini, mungkin akan beralih dari pertanian moderen ke pertanian alamiah, atau setidak-tidaknya pemakaian pupuk kimia dan pestisida dapat ditekan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu ekosistem alam dan juga kesehatan petani itu sendiri.

Pada saat ini di berbagai Negara telah mulai dilaksanakan pertanian dengan sistem alamiah dan telah banyak pula penelitian-penelitian yang mendukung plaksanaannya, serta para konsumen yang dewasa ini lebih mengutamakan mutu daripada kuantitasnya.

Adapun dampak negatif penggunaan bahan-bahan kimia di antaranya adalah :
  1. Merusak kesehatan petani itu sendiri.
  2. Mengakibatkan hasil produksi yang masih mengandung pestisida.
  3. Merusak tanah karena dosis pupuk yang digunakan melebihi dosis anjuran.
  4. Mengakibatkan kerusakan alam sekitarnya.
 Definisi Pertanian lamiah
Pertanian alamiah adalah bercocok tanam tanpa menggunakan pupuk dan obat-obatan kimia, melainkan dengan menerapkan teknik pemeliharaan tanaman dengan mempercayakan kesuburan tanah yang telah ada. Yang terpenting dalam melakukan pertanian alamiah adalah memperbaiki kesuburan, dan daya tahan tanah. Pertanian alamiah merupakan usaha bertani di mana kegiatannya berupaya untuk selalu selaras dengan alam, hal tersebut mengingat pada pengalaman cara bercocok tanam nenek moyang kita dahulu, yang dipadukan dengan ilmu dan teknologi moderen.

Sunday, December 16, 2012

TEKNIK PERTANIAN ALAMIAH BIDANG PERTANIAN

Teknik pertanian alamah dilihat dari proses kesuburan tanah yang alamiah, banyak terjadi di daerah gunung, pegunungan, hutan, yang mempunyai kesuburan tanah melalui proses alamiah.
Mengapa daerah tesebut dapat subur dengan sendirinya :
  1. Karena banyak pohon-pohon dan daun-daun yang gugur di sekitarnya dan menutup tanah dengan sendirinya.
  2. Lama kemudian daun tersebut membusuk dan menjadi humus. Hal ini terjadi karena kerja mikro organisme dan zat pembusuk lainnya. Proses ini terjadi terus menerus yang menjadikan tanah tersebut menjadi subur.
Hal tersebut dapat kita terapkan dalam melaksanakan pertanian alamiah.

Siklus Penguraian Bahan Organik
Contoh gambarannya. Maaf sebelumnya jika gambarnya jelek, tapi yang penting bisa di mengerti maksud dan tujuannya.
Apabila kita telah kembali, adanya pegunungan berbagai macam bahan-bahan kimia untuk meningkatkan Kuantitas hasil pertanian, maka siklus di atas tidak dapat terjadi secara sempurna, sehingga akan mengacau timbulnya kerusakan alam yang tidak dapat dihindarkan.
Zat Hara Dan Pupuk
Tanaman membutuhkan unsur-unsur hara dengan susunan dan perbandingan tertentu dalam proses pertumbuhan dan produksinya. Dalam hal ini pupuk dasar sebagai penyedia dan pengganti unsur hara tersebut, dengan tetap mempertimbangkan unsur hara tanah.
Pemberian pupuk yang paling penting adalah pada saat setelah panen, karena pada masa pembungaan dan pembuahan, banyak sekali unsur-unsur hara di dalam media tanah yang terserap oleh tanaman. Untuk mengganti unsur-unsur hara yang telah habis terpakai oleh tanaman inilah pemupukan tanaman yang tepat perlu dilakukan. Pemupukan yang benar dapat diartikan dengan pemupukan yang seimbang unsur-unsurnya. Pupuk diberikan dengan jumlah cukup, sesuai dengan dosis atau sesuai dengan gejala kekurangan unsur yang ditunjukan tanaman pada suatu saat.

Saturday, December 15, 2012

PENYAKIT HAMA BIDANG PERTANIAN

Mengenal Penyakit dan hama

Halo sahabat tani kali ini saya akan menjelaskan tentang penyakit hama tumbuhan, langsung saja sahabat tani kita ke tujuan utama kita.
Sahabat tani mungkin sering mendengar atau sering merasakan bahwa tanaman - tanaman sering terserang penyakit hama, karena jika tanaman kita terserang penyakit hama kemungkinan besar akan menimbulkan kerugian yang besar terhadap sahabat tani semua. Maka dari itu sahabat tani perlu mengetahui jenis penyakit hama dan cara pengendalian hama dan penyakit tersebut.
Tanaman melon tidak terlepas dengan kata Hama dan Penyakit, Sekarang sahabat tani akan menyebutkan satu persatu hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman melon di antaranya :
  • Kutu daun
Kutu daun ini menghisap cairan daun sehingga menghambat pertumbuhan tanaman melon sahabat tani, hama ini alias kutu daun bisa menyebarkan penyakit virus yang sangat membahayakan tanaman melon sahabat tani semua, jadi kita harus tau bagaimana cara pengendalian hama kutu daun tersebut. Nah jika tanaman melon sahabat tani semua terserang hama ini alias si kutu daun maka pengendaliannya dengan : Marshal, curacron atau insectisida yang lain.
  • Ulat daun dan ulat buah
Nah sahabat tani kalau hama ini biasanya memakan daun dan kulit buah melon tersebut sehingga buah melon sahabat tani semua cacat/berlubang dan kualitas buahnya kurang baik. Nah cara pengendalian hama tersebut dengan menggunakan : tribon, ketindo, estap atau insektisida yang lain.
  • Lalat buah
Hama ini alias si lalat buah biasanya menyerang buah dengan menusuk buah sehingga buah cacat dan busuk sahabat tani. Lalat ini menyerang buah pada saat masih muda/atau setelah gantung buah.
Nah jika tanaman melon sahabat tani semua terserang hama lalat buah maka pengendaliannya dengan menggunakan obat furadan di tabur di atas mulsa, disepray dengan rizotin atau insektisida yang lain.
Nah sekarang penyakit yang suka menyerang tanaman melon diantaranya yaitu :
  • Karat daun
Penyakit karat daun yaitu cendawan yang menyerang daun, yang mula-mula daun terdapat bercak ke kuning-kuningan dan meluas sehingga menjadi kecoklatan warna daunya.
Nah cara pengendaliannya dengan menggunakan fungisida seperti : Dithane M45, daconil, ridomil MZ, rovral atau fungisida yang lain.
  • Penyakit Embun Tepung
Biasanya penyakit ini menyerang permukaan daun yang terdapat trotol-trotol putih seperti taburan tepung, lama-lama menjadi kering daunya.
Cara pengendaliannya dengan menggunakan : Morestan dan rubigan.
  • Penyakit layu
Penyakit layu juga sering menyerang tanaman melon yang di sebabkan bakteri dan cendawan.
Penanggulangannya dengan melakukan : Persiapan lahan yang baik, pemakain pupuk kandang yang sudah jadi, dan pemakaian dolomit seperti anjuran atau dikocor dengan bactochyn pada lubang tanaman, sebelum tanaman di tanam.
Sekian dulu sahabat tani, jadi jangan takut untuk budidaya tanaman melon, jika sahabat tani belum tau cara budidaya tanaman melon pelajari dahulu tentang cara budidaya tanaman melon.

Friday, December 14, 2012

UNSUR HARA BIDANG PERTANIAN

Tanaman membutuhkan berbagai unsur hara untuk pertumbuhannya, yaitu unsur kimia mikro ( N, P, K, Ca, S dan Mg ) dan unsur hara mikro ( Fe, Mn, Cu, Zn, dan B ). Bila terjadi kekurangan salah satu unsur hara tersebut, maka tanaman tidak akan sempurna pertumbuhannya. Semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman itu disebut unsur hara esensial, karena tidak dapat diganti oleh unsur hara lainnya.

Unsur N ( NITROGEN ) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Kekurangan unsur ini mengakibatkan tanaman kerdil, lemah, warna daun hijau pucat, buah yang masih muda mudah gugur. Minyak ikan merupakan sumber N yang baik bagi tanaman.

Unsur P ( FOSFOR ) sangat membantu tanaman agar tumbuh dengan perakaran yang baik dan kuat. Setelah tanaman dewasa unsur ini membantu menghasilkan bunga dan buah yang sehat dan normal. Kekurangan unsur ini alias unsur N mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhenti atau kerdil. Daunnya mengecil hijau. Tepung tulang merupakan sumber fosfor yang baik bagi tanaman.

Unsur K ( KALIUM ) berfungsi memberi kekuatan pada batang serta merangsang pertumbuhan daun pada tanaman. Kekurangan unsur ini mengakibatkan ujung daun tanaman menunjukan gejala kering seperti terbakar, daun berguguran mulai dari bawah ke atas, daun berwarna coklat dan mudah patah.

Unsur Ca ( KALSIUM ) diperlukan tanaman dalam jumlah yang tak begitu banyak, tapi fungsinya sangat penting untuk merangsang pembentukan bulu akar dan biji. Ia juga menambah kekuatan batang dan bunga pada tanaman. Kekurangan unsur Ca mengakibatkan pertumbuhan daun tidak sempurna, kuncup bunga mengering, yang biasanya terjadi pada tanaman yang media tanamannya ( tanah ) terlalu asam. yang termasuk Ca yaitu tepung tulang, cangkang siput dan tepung kapur merupakan sumber kalsium yang baik bagi tanaman, yang sekaligus dapat menetralkan kesamaan tanah.

Unsur S ( SULFUR/BELERANG ) berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar, membentuk pertumbuhan akar dan pembentukan berbagai jenis protein seperti asam amino. Kekurangan unsur ini menimbulkan gejala hijau muda pada urat daun dan jaringan di antara uratnya.

Unsur Mg ( MAGNESIUM ) merupakan unsur hara dalam pembentukan klorofil ( zat hijau daun ), agar fotosintesis pada tanaman dapat berlangsung sempurna. Kekurangan unsur ini menunjukkan gejala daun berubah coklat bagian tengahnya tapi pinggiranya tetap hijau. Minyak ikan, tepung tulang, pupuk kandang, abu kayu, kompos merupakan sumber magnesium yang baik. Pupuk organik itu juga kaya dengan unsur hara makro seperti Fe ( Ferrum/Besi ), B ( Boron ), Cu ( Cuprum/Tembaga ), Mn ( Mangan ), Zn ( Zincum/Seng ), yang penting sekali sebagai bahan pembentukan enzim ( Molekul-molekul protein yang bertugas sebagai katalisator untuk mempercepat terjadinya reaksi biokimia dalam jaringan tanaman ).

Semua unsur hara itu, baik yang makro maupun yang mikro, sangat diperlukan tanaman untuk pertumbuhan, dan kelangsungan produksinya. Masing-masing unsur ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda-beda, namun harus tetap tersedia bagi tanaman


Thursday, December 13, 2012

CARA MEMBUAT PUPUK BIDANG PERTANIAN

Tingkat kesuburan tanah dapat ditentukan dari jumlah kandungan unsur hara yang dikandung tanah tersebut, yang turut ditunjang pula dari cara pengolahan tanahnya. Dalam usaha pertanian, tanah merupakan faktor yang penting sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman akan menyerap dan memanfaatkan berbagai unsur atau zat-zat makanan yang terkandung dalam tanah untuk pertumbuhannya sehingga dapat berproduksi dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Untuk mencapai hal tersebut maka perlu dilakukan pengolahan tanah yang insentif agar kesuburan nya tetap terjaga dan dapat ditingkatkan.

Salah satu cara yaitu dengan memberikan pupuk, dan untuk menjaga agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu maka dilakukan pula usaha pengendalian hama dan penyakit tanaman. Semua kegiatan ini diusahakan mengacau pada keseimbangan alam.
Pupuk dan obat - obatan dalam pertanian alamiah / organik dihasilkan dari berbagai bahan yang berasal dari alam.

Pupuk Alamiah
Sekarang sahabat tani akan memperkenalkan jenis - jenis pupuk alamiah / organik.
  1. Kompos kering.
  2. Kompos basah / pupuk cair / Ekihi.
  3. Bokashi.
  4. EM, ( Effektive Micro Organisme ).
  5. Campuran bokashi dan EM.
  6. Pemanfaatan sampah dapur.
  7. Pupuk hijau.
  8. Larutan ( Ekstrak ) Tunas tomat.
Nah sekarang kita akan bahas satu per satu yang di atas tadi. Pertama sahabat tani akan menjelaskan tentang Kompos.
  • KOMPOS
Kompos adalah bahan - bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Kompos ini dapat dihasilkan dari daun - daun, ranting - ranting, sisa -sisa tanaman, kotoran hewan dll.
Fungsi kompos adalah :
  1. Memperbaiki struktur tanah.
  2. Meningkatkan daya serap tanah terhadap air.
  3. Memperbaiki dan meningkatkan kehidupan di dalam tanah.
  4. Banyak mengandung zat makanan untuk tanaman.
Bahan - bahan pembuatan kompos kering :
- Rumput - rumputan, daun - daunan.
- Jerami.
- Abu kayu.
- Sampah dapur.
- Kapur.
- Dedak.
- Kotoran hewan.
- Air basa / cairran EM.
Cara pembuatan :
Untuk lapisan paling bawah taburkan rumput, daun - daunan, jerami, dengan ukuran 1,5 x 1,5 m, dan ketebalannya 15 cm, ( apabila bahan - bahan tersebut ukurannya terlalu besar sebaik - baiknya dipotong - potong terlebih dahulu ). Kemudian dengan ketebalan yang sama tumpukan sampah dapur dan kotoran hewan, di atasnya taburkan abu kayu, dedak, terakhir taburkan kapur.
Siram permukaan tumpukan bahan kompos dengan sedikit air ( sampai permukaan tumpukan tampak basah ). Lakukan hal tersebut sampai bahan - bahan yang akan dibuat kompos habis dan tumpukan mencapai 1,5 m, lalu ditutup rapat dengan plastik atau daun - daunan untuk menjaga kelembaban. Apabila selama penyimpanan tersebut kompos mengalami pengeringan segera siram dengan air secukupnya.
Setelah satu bulan kompos dibalik, untuk selanjutnya dibalik setiap minggu. Setelah tiga bulan kompos siap digunakan.
Ini adalah salah satu cara pembuatan kompos kering, masih banyak cara - cara lain dan bahan - bahan pun dapat dicari alternatif lainnya.
Catatan :
Untuk memudahkan pembalikan kompos sebaiknya disediakan lahan kosong di samping gundukan / tumpukan. Untuk pembalikan kompos, tumpukan digarfu ke tempat di sampingnya.

Sekian tentang pembuatan kompos kering, dan akan kita bahas selanjutnya tentang pembuatan kompos basah.

Wednesday, December 12, 2012

TENTANG PUPUK ORGANIK

Kompos basah / pupuk cair / ekihi, merupakan obat tradisional buat tanaman.
Mengenal pupuk cair :
- Ekihi ( Pupuk Cair ) tersebut dari bahan - bahan organik seperti rumput, ampas kedelai, dedak, dll.
- Pupuk cair berfungsi membantu merangsang tumbuhan tanaman.
- Pupuk cair dapat digunakan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan ( dapat dikombinasikan dengan kompos kering / bokashi ).
Ekihi dapat dibuat dengan berbagai cara dan banyaknya pun berpariasi.
Berikut adalah beberapa cara pembuatan Ekihi :
CARA 1 :
  1. Rumput hijau ( bila ada batang kacang kedelai ) secukupnya
  2. Ampas kedelai 1-1,5 Kg.
  3. Dedak 10-15 Kg.
  4. Drum 200 liter ( sebagai tempat penampungan ) 10-15 Kg.
Cara Pembuatan :
Masukan rumput ke dalam drum setebal kurang lebih 15 cm, taburkan sebagian ampas kedelai dan dedak. Hal tersebut diulang sampai bahan mencapai setengah drum. Kemudian masukan air sampai penuh. Bahan tersebut disimpan sampai kurang lebih 2 minggu, dan setiap hari dilakukan pengadukan. Pada waktu penyimpanan ditutup rapat agar tidak mengundang lalat karena ekihi memiliki bau khas. Apabila cairan telah habis terpakai dapat ditambah air lagi sampai 2 kali penambahan, sama cara seperti pertama kali pembuatan.
Dan jangan lupa dipakai setelah jadi kurang lebih sudah dua minggu.
Cara Pemakaian :
Larutan di encerkan dengan perbandingan, ekihi : air = 1: 20 ( tergantung situasi tanaman ). Ekihi dapat dipergunakan pada setiap jenis tanaman, tetapi yang paling cocok untuk tanaman buah - buahan. Ekihi sangat diperlukan tanaman pada masa vegetatif.
CARA 11 :
Bahan - bahan yang dibutuhkan dari tanaman pupuk hijau ( puhi ). Dan yang sering digunakan adalah Johar ( Cassia  siamen ), gamal ( Giiricidia sepium ), lamtorogung ( Leucaena leucocephala )
Cara Pembuatan :
Daun - daurumn tanaman puhi dimasukan kedalam karung ( sebaiknya karung goni ), masukan ke dalam drum lalu diisi air sampai penuh. Setelah disimpan selama 2 minggu pupuk siap digunakan. Tambahkan air kembali apabila larutan telah habis. Setelah beberapa kali penambahan air, isi karung diganti dengan daun - daunan segar, sedangkan daun - daunan yang telah terpakai dapat dipergunakan sebagai mulsa.
Pada waktu pemakaian campuran pupuk cair dengan 3 bagian air. Pupuk cair ini dapat menyediakan unsur Fe ( besi ), Ca ( Calsium ), Mg ( Magnesium ), Zn ( Seng ). Pemupukkan diberikan pada tanaman berumur 2 - 3 minggu setelah masa perkecambahan atau transplanting. Dilakukan setiap 2 - 3 minggu sesuai dengan kebutuhan.
Sekian dan trimakasih, semoga bermanfaat.....

Sunday, November 25, 2012

Membuat Arang Sekam (Kuntan)

Contoh gambaran pembuatan arang sekam.
Arang Sekam / Kuntan
Arang sekam / kuntan adalah arang yang dibuat dari sekm padi kering dan bersih dari kotoran sampah sampah.
Biasanya para petani (ada diantaranya) membuang dan membiarkan sekam berserakan begitu saja. Sebetulnya sekam dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk merangsang akar tanaman, juga kuntan dapat digunakan sebagai campuran media / bahan persemaian.
  • Alat dan bahan yang digunakan
  1. 4 (empat) kaleng yang berukuran besar dan kecil yang sudah dilubangi.
  2. Sekop 1 buah dan sapu lidi.
  3. Ember 1 buah.
  4. Sekam padi sesuai dengan kebutuhan.
  5. Koran bekas / bambu, untuk permulaan pembakaran.
  • Cara Pembakaran
  1. Tumpuk kaleng yang sudah dilubangi, kaleng yang paling bawah diisi koran bekas / Kayu / bambu, kemudian dinyalakan.
  2. Setelah menyala betul, tuangkan sekam disekitar kaleng sedikit demi sedikit.
  3. Setelah sekam yang dituangkan pertama terbakar dan menghitam, tuang kembali sekam berikutnya. Begitu seterusnya hingga sekam yang dikhendaki terbakar semua.
  4. Setelah semua sekam menghitam, diratakan dan disiram dengan air agar benar-benar mati sehingga tidak menjadi abu.
  5. Setelah disiram, dijemur hingga kering.

Sunday, November 18, 2012

Manfaat Dan Kegunaan Kuntan

Manfaat
  • Memperbaiki struktur tanah
  • Memperbaiki aerasi udara dalam tanah
  • Mengurangi pemadatan dalam tanah
  • Sebagai pengikat unsur hara tanah
  • Sebagai penambah pupuk (unsur pesfor dan kalium)
  • Saat pembuatan dapat di ambil cuka kayu / MOKUSAKU
Kegunaan
  • Sebagai campuran media semai dan campuran media tanam untuk tanaman di polybak (tabulampot) dan vertikultur dengan perbandingan arang sekam : tanah : pupuk kandang = 1:1:1
  • Di tabur langsung di lahan
- Lahan kering / padat : 2-3 kg/m2 kuntan kering
- Lahan basah / sawah : 1-2 kg/m2 kuntan kering
Dalam proses pembuatanya, setelah proses pembakaran, sekam mentah mengalami penyusutan hingga 50%.


Sunday, October 28, 2012

TEHNIK BUDIDAYA SEMANGKA


Buah semangka yang segar dan manis telah memasyarakat dan telah banyak di usahakan oleh petani di berbagai daerah, sehingga semangka merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Dengan tersedianya benih-benih semangka hybrida (F1) yang menghasilkan buah dengan produksi tinggi dan kualitas baik, misalnya : China Dragon, New Dragon, Grand Dragon, Yellow baby, Sugar beby, Redtop, Metal, bahkan benih semangka Triploit (non biji) dll. Menambah semaraknya pengembangan usaha tani semangka.
Pemilihan Lokasi / Syarat Tumbuh
  1. Jenis tanah : Tanaman semangka tidak menghendaki jenis tanah tertentu asal pH 6-7 dengan drainage yang baik.
  2. Ideal di tanam di dataran rendah, dengan toleransi 0-550 m dpl.
  3. Lahan mendapat penyinaran yang cukup / penuh (tidak termaungi).
  4. Lahan bukan bekas tanaman yang terserang penyakit layu, karat daun dan mildev (sawah bekas tanaman padi adalah paling baik)
Pengolahan Tanah
  • Pengolahan tanah di harapkan selesai lebih dulu sebelum bibit siap tanam, mengingat semangka adalah tanaman semusim yang berumur pendek.
  • Bibit yang di tanam terlambat akan mengganggu pertumbuhan
  • Buat pola, persiapan untuk got, bedeng dan parit dengan ukuran
- Got : lebar 40 cm, dalam 30 cm.
- Bedeng : lebar 2,5 m, tinggi 30 cm pada sisi got, tinggi 15 cm pada sisi parit.
- Parit : lebar 20 cm, dalam 15 cm.
  • Tanah dapat di olah secara keseluruhan, kemudian di buat bedeng-bedeng atau di olah sebagian saja hanya pada jalur bedeng tanaman selebar 120cm.
  • Pada bedeng yang baru di olah setelah jadi yaitu pada bedeng tanam di tabur pupuk kandang, pupuk kimia dan dolomid dengan dosis per ha, sbb
- Pupuk kandang : 10 ton
- Pupuk Sp36 : 150 kg
- Pupuk ZA : 300 kg
- Pupuk KCL : 150 kg
- Dolomid : 150 kg.
  • Setelah pupuk dan dolomid di tabur, bedeng di kecrok / di aduk sehingga pupuk merata sambil menggemburkan tanah.
  • Bedeng ditinggikan, di ratakan dan di tutup dengan mulsa plastic, maka terjadilah bedeng tanam lebar 120 cm.
  • Selebihnya 130 cm adalah bedeng jalar sebagai tempat menjalarnya cabang-cabang tanaman semangka.
Persemaian
  1. Pilih jenis / Verietas yang baik sesuai kebutuhan pasar.
  2. Kecambahkan lebih dahulu pada piring atau alat sejenis, di lapisi kain atau kertas koran, benih di tabur rapat-rapat di tutuplagi dengan kain atau kertas koran lalu dibasahi dan ditaruh di tempat yang aman dan tidak terkena sinar matahari langsung.
  3. Kontrol tingkat kebasahan media deder tersebut.
  4. Apabila telah berkecambah sepanjang 1-2 mm benih di pindahkan ke polybag dengan media tanah persemaian.
  5. Tempat pembuatan persemaian harus mendapat sinar matahari yang cukup dan terlindung dari hujan, maka di anjurkan di atas bedeng pembibitan di kurung dengan plastic.
  6. Kontrol tingkat kebasahan media bibit, terlalau basah bibit justru membuat kondisi perakaran yang kurang sehat, apabila terlalau kering  bibit tumbuh kerdil.
  7. Kontrol bibit tersebut dari serangan kutu daun (Aphids) dan kepik pemakan daun (2 jenis hama tersebut sering mengganggu pembibitan semangka) dan hama-hama lain.
Penanaman
  1. Semangka di tanam menjalar, maka disediakan bedeng dan bedeng jalar (dari percobaan menanam dengan plastic tidak efisien).
  2. Tiap bedeng hanya satu baris dengan jarak 50 cm (dengan jarak yang  dapat populasi bisa lebih banyak  dan prestasinyapun akan lebih tinggi).
  3. Bibit siap di tanam setelah berdaun penuh 2 helai, kira-kira umur 20 hari.
  4. Penanaman di usahakan agar pangkal batang di permukaan bedeng (jangan terlampau, dalam / dangkal).
  5. Siram agar tanaman baru tersebut tidak layu.
Perawatan / pemeliharaan
  1. Kontrol tingkat kebasahan bedng, sewaktu tanaman masih kecil cukup di siram pertanaman, apabila sudah besar got di leb sampai tinggi  bedeng, apabila air sudh meresap dalam bedeng, got di buka sehingga air keluar dan di buang secepatnya.
  2. Potong batang pada ruas ke 5, kemudian akan tumbuh beberapa cabang.
  3. Berikan pupuk susulan dengan larutan NPK 2% / 2 kg per 100 lt air. Di kocorkan tiap batang 250 cc atau 1 gelas aqua.
  4. Pilih 3 cabang terbaik dengan cabang yang hampir sama.
  5. Jalurkan cabang tersebut ke arah bedeng jalar dengan bantuan klip.
  6. Ranting ke 1 sampai 10 di potong / di rompes.
  7. Dibuahkan pada ruas ke 11-15 (buah sebelum ruas 11 akan kecil dan buah yang terlalu ke ujung akan berbentuk tidak normal, seperti bolam).
  8. Ranting-ranting di atas ruas ke 11 dan seterusnya di biarkan.
  9. Cabang pada ruas ke 30-32 dipotong.
  10. Seleksi buah, tinggalkan 1 buah tiap batang untuk semangka ukuran besar dan di tinggalkan 2 buah untuk jenis semangka ukuran sedang dan kecil ( ukuran besar misalnya : China Dragon, New Dragon, Grand Dragon, sedangkan ukuran sedang adalah Sugar beby dan ukuran kecil adalah Delicios).
  11. Bolak balik posisi buah semangka supaya warna kulitnya merata.
  12. Kontrol keadaan hama dan penyakit.
  • Hama
-Aphids ( kutu daun )
Hama ini menghisap cairan daun, menularkan virus yang mengakibatkan daun keriting. Pengendalianya dengan : Marshal, curacron, dll.
- Hama trips ( Tungau)
Menghisap daun, daun menjadi kaku berbentuk tidak normal bekas serangga agak mengkilap, tanaman kerdil, buah kecil-kecil.
- Ulat penggerek daun dan buah
- Hama ini memakan daun buah terutama kulit buah sehingga menurunkan kulit buah. Pengendaliannya dengan : Trebon, decis, marshal, dll.
- Kepik.
Kepik memakan daun terutama sewaktu di persemaian dan tanaman muda.
Pengendalianya dengan : Lanate, matador, rizotin, dll.
  • Penyakit
-Penyakit layu ( layu bacteri dan cendawan )
Pengendaliannya dengan : 
  1. Pengolahan tanah yang baik
  2. Draenage yang baik
  3. pH tanah 6,5-7
  4. Penggunaan pupuk kandang yang sudah jadi
  5. Air irigasi tidak berasal dari tempat terserang penyakit layu
  6. Bacterisida dan fungi ( di siramkan pada pangkal batang ) biasanya sedikit menolong.
- Penyakit karat daun.
Menyerang dari daun tua menular kedaun yang lebih muda. Gejala daun terserang, terdapat trotol kuning melebar merubah menjadi coklat dan semakin gelap ( coklat tua ) jaringan daun mati. Serangan berkembang sangat cepat apabila pengendalian dengan fungisida tidak segera dilakukan.
Pengendalianya dengan :
  1. Draenage baik, sehingga kebun tidak terlalu lembab.
  2. Sanitasi kebun baik.
  3. Pemangkasan ranting No 1 sampai 10, sehingga tidak terlalu rimbun dan sirkulasi udara bagus.
  4. Sepray dengan dithane M45, ridomil, antrocol, rovral, dll.
- Penyakit embun tepung ( Mildev ).
Pertama hanya terdapat sedikit trotol seperti perokan tepung atau seperti bekas larutan pestisida yang mengering, melekat pada daun, lama kelamaan mengembang melebar dan semakin banyak. Perkembangan penyakit ini juga cepat.
Penendalianya dengan : Antrokol, Dethane, Ridomil, Rubugan dll.
- Penyakit busuk batang.
Biasanya terjadi di pangkal batang atau tangkali daun.
Pengendaliannya dengan : Pada pangkal batang olesi dengan Fungisida yang di buat pasta.
Panen Dan Produksi
  1. Setelah 22 hari akan keluar bunga betina / sempurna dan bunga tersebut menjadi buah yang dapat di panen setelah 43 hari kemudian.
  2. Sedang untuk semangka berumur genjah dapat di panen setelah 55 hari setelah tanam.
  3. Buah yang tua dapat di ukur dari daun dan sulur pada ruas keduanya buah semangka tersebut telah kering.
  4. Berat normal untuk yang besar berkisar 7-10 kg
  5. Berat normal untuk sedang berkisar 5-6 kg
  6. Berat normal untuk yang kecil berkisar 3-4 kg
  7. Kadar gula berkisar 11-14 Brix.

Sunday, October 21, 2012

TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN TOMAT

Pada dasarnya tanaman tomat di bagi menjadi 2 type yaitu ditterminite dan inditerminite.
Diterminite seperti : mastro, titanik, ( produk MGA ), kaliurang ( lokal ) dal lain-lain ( dipelihara dua cabang ).
Syarat Tumbuh
Tanaman tomat dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi mulai 0-1000 m dpl. Tanaman tomat memerlukan sinar matahari penuh karena merupakan tanaman perdu, yang perlu diketahui tanaman tomat sebaiknya lahan jangan bekas tanaman sejenis solonace seperti : terong, cabe, kentang dan lain-lain, membutuhkan pH tanah netral 7,0, bila pH tanah rendah maka perlu di tambah kapur ( dolomite ).
Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan seawal mungkin untuk mendapatkan pengolahan tanah yang lebih sempurna, setidaknya lahan harus sudah siap 5 hari sebelum tanam. Jangan sampai bibit menunggu lahan, lahanlah yang menunggu bibit.
Tujuan pengolahan tanah untuk mendapatkan struktur tanah yang gembur supaya mempermudah berkembangnya akar tanaman untuk menyerap makanan, udara dan air. Di dalam tanah buatlah parit dan got pembuangan dengan ukuran bedengan parit sebagai berikut : lebar bedengan 120 cm, panjang sesuai lahan max 10 m, tinggi bedengan 40 cm, parit 60 cm, got pembuangan 50 cm. Tujuannya adalah untuk mempermudah pengairan diwaktu kering dan mempermudah pembuangan diwktu musim hujan, adapun kebutuhan pupuknya sebagai berikut :
Pupuk kandang jadi 2 ton, dolomit 200 kg, Za 71 kg, TSP 55 kg, Kcl 25 kg untuk 1000 m, mulsa hitam perak, lanjaran.
Persemaian
Persemaian ada 2 cara yaitu :
Langsung dengan polybag/pot atau bedeng persemaian caranya tanah di gemburkan di buat bedeng ukuran 1 m lebarnya, panjang sesuai lahan, kemudian diberi pupuk kandang yang sudah jadi 2 kg, TSP 1 ons/m, furadan setelah ditebar rata digemburkan dan dihaluskan di bikin rata buat 5 cm jaraknya tabur benih beri pelindung. Atau benih langsung di kecambah dahulu dalam box/kotak 10 hari pindah pot/polybag pembibitan.
Persiapan Tanam
Sebelum penanaman dilakukan sebaiknya di buat ukur jarak tanam 60 x 60 cm dan di beri lanjaran sampai pengikatan selesai baru pelubangan mulsa. Tujuannya untuk mempermudah perawatan dan tidak mengganggu pertumbuhan akar tanaman. Penanaman bila tanah kering di airi dahulu 2 hari sebelum tanam dan setelah tanam dan penanaman jangan terlalu dalam/dangkal sebatas leher akar.
Pemeliharaan
  • Pemupukan pupuk susulan berupa kocoran NPK yang di cairkan 3 kg/150 lt air cara pemberiannya :
- 5 hari setelah tanam bila bibit dari polybag, bila cabutan 10 hari.
- 15 hari setelah tanam.
- 25 hari setelah tanam ukuran 200 cc / pohon.
  • Potong cabang
Potong cabang seawal mungkin jangan terlalu besar akan mengganggu pertumbuhan tanaman, pemotongan cabang ada 2 cara. Diterminite potong cabang sampai atas di pelihara 2 cabang. Interminite cukup di bawah cabang utama ke atas tidak perlu pemotongan di biarkan berkembang.
  • Pengikat batang.
Pengikat batang jangan sampai terlambat, apabila terlambat tanaman akan mudah patah atau rebah, mengingat tanaman tomat tidak bisa merambat sendiri seperti tahanaman buncis maka perlu pengikatan supaya bisa tumbuh tegak ke atas. Tujuannya untuk mempermudah perawatan.
Untuk pengikatan pertama yaitu tinggi batang 25 cm dan pengikatan selanjutnya 30 cm dan seterusnya.
Pengendalian Hama Dan Penyakit
Pengendalian penyakit suatu tanaman harus di kendalikan seawal mungkin secara preventif. Yang di maksud adalah pencegahan sebelum populasi suatu hama/penyakit berkembang biak.
Hama yang menyerang antara lain : ulat tanah / ulat tentara, ulat buah, homoque / ungker.
Pengendaliannya apabila penyeranganya masih di atas garis ambang ekonomi ( GAE ) penyepraiannya dengan dosis penuh, apabila penyeranganya di bawa GAE Interval penyepraianya di perpendek. Adapun pestisida yang di pakai antara lain : trebon, spontan. marshal, sevin.
Penyakit yang menyerang antara lain : embun tepung, busuk batang, layu bakteri, virus, bercak daun. Adapun pestisida yang di pakai antara lain : morestan, ridomil, antrocol, dithane, agrep, roval, agrimicin, diaconil.
Untuk pengendalian awal di lakukan bibit mau di tanam kemudian 4 hari setelah tanam selanjutnya apabila cuaca jelek interval seprainya 5 hari sekali. Dan apabila cuaca normal interval spray 7 hari sekali, untuk penyepraian sebaiknya di lakukan pagi hari dan cuaca cerah.
Panen Atau Petik Buah
Tomat panen pertama cuaca normal 60 hari setelah tanam, panen tomat jangan terlalu matang, begitu ujung kelihatan merah siap di panen, bila panen terlambat buah mudah pecah dan memar. Saat panen sebaiknya tangkai tidak diikutkan, sebab bisa merusak buah yang lain.

Sunday, October 14, 2012

TEHNIK BUDIDAYA BAWANG MERA

Tanaman bawang merah memiliki daya adaptasi luas karena dapat di tanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi ( 0-900 m dpl ). Tanaman menghasilkan produk yang optimum pada ketinggian 250 m dpl.
Kondisi tanah yang baik adalah gembur dan banyak mengandung humus, dengan pH 5,8-7,00. Suhu udara yang ideal antara 25-30 drajat C, dengan kelembaban nisbi 80%-90%. Curah hujan yang sesuai antara 300-2,500 mm per tahun, dengan intensitas sinar matahari 11-16 jam.
Bibit
Umbi yang di gunakan untuk bibit adalah umbi yang telah istirahat / di simpan selama 2-6 bulan, dengan ukuran garis tengah 1,5-2 cm atau berat 2,5-7,5 r. ( bila benih terlalu kecil, tanaman akan lemah, dan jika terlalu besar akan boros ).
Beberapa perlakuan sebelum bibit di tanam :
  1. Bersihkan kulit luar umbi yang mengering, dan sisa akar.
  2. Satu dua hari sebelum tanam bibit bawang merah di potong ujungnya kira-kira 1/3sampai 1/4 bagian. ( Jika umbi disimpan 3-4 bulan pemotongan tidak perlu dilakukan ).
  3. Sebelum di tanam luka bekas potongan dikeringkan dahulu.
  4. Penggunaan bibit kurang lebih 900 kg/ha dengan jarak tanam 20x20 cm.
Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh lapisan olah yang gembur dan cocok untuk pertumbuhan tanaman. Diolah 3-4 minggu sebelum tanam.
Untuk tanah kering di cangkul dua kali sedalam 20 cm, dan untuk tanah sawah di cangkul duakali sedalam 30 cm.
Satu minggu selanjutnya di gemburkan dan di ratakan. Selanjutnya di buat bedengan dengan ukuran lebar 80 cm sampai 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai lahan. Antar bedeng dibuat solokan dengan lebar 40 cm dan dalam 60 cm.
Usahakan bedengan menghadap timur barat agar memperoleh sinar matahari yang merata.
Penanaman Dan Pemupukan
  • Penanaman
Sehari sebelum tanam, bilamana lahanya nampak kering perlu dibasahi. Setelah agak kering, dengan alat penugal lubang tanam di buat sedalam rata-rata setinggi umbi. Umbi bawang dibenamkan dalam lubang tanam dengan posisi tegak dan agak ditekan sedikit ke bawah sehingga ujung umbi nampak rata dengan permukaan tanah, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis. Penanaman yang terlalau dangkal menyebabkan tanaman mudah rebah, dan jika tanaman terlalu dalam pertumbuhan tunas akan terhambat.
  • Jarak tanama
Jarak tanam bawang merah umumnya 20 cm x 20 cm, atau 15 cm x 15 cm, tergantung kesuburan tanah. Penyulaman dilakukan satu minggu setelah tanam dan selanjutnya tanah dijaga agar tetap lembab.
  • Pemupukan
Pemupukan sebelum bibit ditanam, setelah bedeng bersih dari rumput, diberi pupuk secara merata dipermukaan bedeng. Pemupukan susulan 1 dilakukan pada umur 10-15 hst dan susulan kedua pada umur 30 hst, dengan dosis per hektarnya :
- N = 200 kg (1/3 N Urea dan 3/4 N ZA)
- K = 60 kg K20 atau 100 kg Kcl.
Pemberian Pupuk Dapat Dengan Cara :
  1. Penugalan : pemupukan cara ini adalah pupuk detempatkan dalam jalur-jalur yang di buat di dekat tanaman dengan jarak 5 cm dan dalam 3-5 cm. Lubang tempat pupuk dibuat dengan cara di tunggal pada tanah yang telah di tentukan.
  2. Pembenaman : pupuk di benamkan pada alur-alur diantara barisan tanaman. Alur-alur untuk menempatkan pupuk di buat semacam parit dengan ukuran kira-kira lebar 2 cm, kedalaman 3-5 cm.
  3. Melalui daun : pemupukan melalui daun dilakukan dengan cara disemprotkan langsung pada tanaman, terutama bila pupuk yang di gunakan dalam jumblah kecil.
Penyiraman
Penyiraman pertama di lakukan setelah umbi di tanam, kemudian diualangi setiap hari hingga daun pertama mulai tumbuh. Diusahakan agar tanah tetap lembab sampai umur 50 hari. Menyiram lahan bawang merah senantiasa harus dijaga jangan terlalu basah dan tanahnya menjadi padat. Terlalu basah akan menghambat pertumbuhan, mengurangi hasil dan mengakibatkan pembusukan.
  1. Awal pertumbuhan sampai umur 14 hst, penyiraman duakali sehari ( pagi dan sore).
  2. Umur 14 hari hingga menjelang panen, penyiraman dilakukan satu kali pada sore hari.
  3. Pada 5 hingga 10 hari menjelang panen penyiraman di hentikan.
Penyiraman dilakukan dengan mengalirkan air melalui parit-parit antar bedeng, sampai sebatas perakaran dan di biarkan meresap kedalam bedeng.
Penyiraman dengan gembor agar tanaman tidak rusak. Pada priode kritis, yaitu fase perbanyakan umbi, ketika tanaman umur 7-20 hari dan fase pembesaran umbi, tanaman berumur 35-50 hari, diperlukan pengairan dengan interval 2-4 hari sekali.

Sunday, October 7, 2012

HAMA DAN PENYAKIT BAWANG MERAH

Banyak jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang merah, yang menyerang baik akar, umbi, batang, sampai daun.
Beberapa Hama Penting
  • Ulat tanah
Menyerang pada bagian pangkal batang dengan meninggalkan bekas gigitan sehingga tanaman rebah, pada serangan yang hebat ulat ini memakan umbi hingga berlubang. Pengendalian selain dilakukan pergiliran tanaman juga dengan memberikan basamid G, Azodrin 15 WSC, disekitar tanaman kemudian diairi.
  • Ulat daun
Menyerang pada pertumbuhan awal tanaman, yang diserang daun, baik yang muda maupun tua. Pengendalian, selain dilakukan pergiliran tanaman juga dengan aplikasi penyemprotan Larvin 372 AS sangat baik untuk membunuh telur, sekaligus ulatnya, bisa juga dengan Marshal.
  • Hama trips
Daun terlihat bernoda putih mengkilat kemudian kecoklatan dengan bintik hitam. Serangan semakin hebat pada kondisi kelembaban di atas 70%. Pengendalian, selain dilakukan pergiliran tanaman juga dengan aplikasi penyemprotan dengan Marshal, Curacron, dll.
Penyakit yang sering menyerang pada umumnya di sebabkan oleh cendawan antara lain :
  • Bintil akar nematoda
Daun layu pada sore hari walaupun cukup air, daun menguning dan akhirnya mati. Bila di cabut tampak Bintil-bintil akar. Pengendalian dengan furadan 3 gr dengan dosis 20-30 kg/ha.
  • Bercak daun
Tampak bercak-bercak daun berwarna keputih-putihan dan agak cekung pada daun. Pengendaliannya dengan penyemprotan Antrocol, Dithane M45, Daconil, dll. Dengan interval 4-7 hari sekali.
Secara umum pengendalian hama dan penyakit pada tanaman bawang merah menerapkan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu, dengan cara :
  1. Pemilihan bibit yang sehat
  2. Lahan yang bersih
  3. Pengamatan rutin
  4. Waktu tanam serempak
  5. Pergiliran tanaman

Sunday, September 30, 2012

TEHNIK BUDIDAYA LOMBOK

Pengolahan Tanahr
Tujuan : memperoleh media tumbuh yang subur, gembur, aerasi cukup, tidak becek, bebas hama penyakit.
Hal ini di pengaruhi oleh :
  1. Jenis tanah : sawah, tegal, pekarangan.
  2. Jenis tanah : liat, pasir, berdebu.
  3. Struktur tanah : remah, liat.
  4. Ketersediaan bahan organic dalam tanah : sering di beri pupuk kandang, sering di beri pupuk hijau, serasah tanamn yang di tinggalkan.
  5. Musim pada waktu pengolahan tanah : musim hujan, musim kemarau.
  6. Tingkat draenage tanah : kemiringan tanah, selalu mendapat aliran dari bagian atas, sulitnya pembuangan air.
  7. Jenis alat yang digunakan : hand traktor, traktor rotari, cangkul, garpu, bajak atau garu.
Tingkat keterampilan tenaga kerja : perencanaan pengolahan tanah yang baik, tahu maksud dan tujuan pengolahan tanah dan jenis tanaman yang akan di tanam, tingkat pengelaman tenaga kerja.
Persiapan Pengolahan Tanah
  • Pembersihan sisa tanaman
  • Pembajakan, pencangkulan 1
- Pembukaan tanah total di bajak atau di cangkul
- Kedalaman lebih 25 cm
- Tujuan membalik tanah
- Mendapatkan bongkahan tanah
- Mematikan gulma
- Mendapatkan sinar matahari
- Menghilangkan zat-zat yang merugikan
  • Pembajakan pencangkulan 11 penggaruan
  • Pembuatan got dan lakaran bedeng, untuk tanah becek got di buat sebelum pembajakan 1 & 11
  • Penaburan pupuk
- Pupuk kandang : 20-30 ton/ha
- Pupuk kimia : TPS : 400-500 kg/ha, Urea : 200-250 kg/ha, ZA : 600 kg/ha, Kcl : 300-400 kg/ha.
- Kapur pertanian : 1 ton kapur setiap menaikan 1 pH/ha
- Insectisida carbofuran : 40 kg/ha
  • Bedeng di kecroh, diaduk sehingga pupuk, kapur dan carbofuran masuk dan bercampur dengan tanah dan bedengan di haluskan.
  • Tutup calon bedeng tersebut dari parit bedeng sehingga bedeng dapat tinggi dan paritpun dalam, tinggi bedeng 30-40 cm.
  • Dengan penutupan bedeng ini berarti semua pupuk tercampur rata dalam tanah, sedang tanah dalam permukaan bedeng tidak perlu mengandung pupuk karena penyebaran akar adalah 5 cm dibawah permukaan sampai kedalaman 50 cm.
  • Lapisan luar bedeng sampai penutup diharapkan yang halus karena merupakan tempat melekatnya mulsa ( PHP ).
  • Pemasangan MPHP dengan menggunakan klip dari bilahan bambu, di usahakan pada terik matahari agar bisa kuat dan kencang.
  • Biarkan 2-3 hari agar kondisi bedeng menjadi baik dan pupuk sudah terurai.
  • Lubang pelastik dengan jarak tanam 70x70 cm.
  • Lubangi tanah.
  • Bedengan siap tanam.


Sunday, September 23, 2012

TEHNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LOMBOK

Penyiraman
  1. Untuk bibit yang baru saja ditanam perlu disiram apabila tidak turun hujan, karena akar masih pendek dan berada pada permukaan bedeng.
  2. Apabila bedeng masih basah tidak perlu di leb, tetapi pengulangan penyiraman masih dilakukan sampai pembentukan cabang.
  3. Pada waktu cabang mulai terbentuk akar sudah sepanjang 14 - 20 cm, maka apabila bedeng kering tidak lagi di siram dari lubang, tetapi dileb lewat parit.
  4. Ketinggian air leb separuh tinggi bedeng, dibiarkan sesaat sampai air meresap.
  5. Setelah meresap air segera di buang jangan sampai ada yang menggenang.
  6. Air yang tertinggal di bedeng sedikit demi sedikit akan terjangkau oleh akar.
  7. Semakin besar batang lombok, perakaran semakin banyak dan panjangnya mencapai kurang lebih 50 cm, maka pengairan semakin berkurang
Perempelan / rompes
  1. Pada batang pokok diketiak daun akan tumbuh tunas-tunas muda.
  2. Tunas-tunas tersebut apabila dibiarkan akan mengganggu pertumbuhan tanaman, batang kecil percabangan berkurang, produksi berkurang, tanaman terlalu rimbun, penyakit mudah busuk.
  3. Tunas-tunas muda tersebut harus segera di rempel.
  4. Perempelan di ulangi manakala bekas rempelan tersebut tumbuh tunas lagi.
Penyulaman
  1. Setelah tanam perlu di cek keliling, untuk mengetahui tanaman yang mati.
  2. Biasanya bibit yang rusak, media yang pecah, penanaman yang salah akan mati dalam tempo 3 - 7 hari, untuk itu penyulaman harus segera dilakukan supaya tanaman sulaman tidak kalah bersaing dengan tanaman yang lain.
  3. Bibit sulaman adalah berasal dari bibit cadangan yang umumnya sama dengan bibit yang di tanam.
  4. Guna memacu pertumbuhan maka pupuk susulan terutama NPK cair segera diberikan dosis 0,2 %.
Pengajiran
  1. Ajir dipasang dengan tujuan supaya tanaman setelah besar tidak rebah.
  2. Pemasangan ajir lebih awal sebelum tanaman lebih baik, karena tidak merusak akar.
  3. Setelah tanaman berdaun 10 - 11 mulai pembentukan cabang "V" maka batang di talikan ke ajir dengan rapia membentuk angka 8.
  4. Panjang ajir 130 cm, masuk tanah 20 cm.
  5. Antara ajir satu sama yang lain dipasang palang dan di ikat, untuk menguatkan cabang dan ranting-ranting bila tanaman telah dewasa, karena banyaknya buah kadang-kadang cabang bisa patah.
  6. Mutu ajir yang baik akan awet dan dapat digunakan berkali-kali pertanaman ( hemat biaya) biar iriit..
Pemupukan
Dengan pemakaian mulsa php maka hampir semua pupuk diberikan pada pengolahan tanah. Lagi pula tidak mudah hilang karena larut atau menguap. Jadi tersimpan dan dapat diserap tanamn secara optimal.
Namun untuk memacu pertumbuhan dapat dilakukan pemberian pupuk tambahan berupa :
- Pupuk daun ( pupuk pelengkap cair )
- NPK yang dicairkan 0,2 % / liter air disiramkan pada lubang tanaman.
- Interval sesuai kondisi tanaman.
Pengendalian Gulma
Walpun telah memakai mulsa plastik php namun perlu penyiangan terutama membersihkan rumput yang masih tumbuh dilubang plastik pada pangkal batang, jangan terlambat sebab akar rumput akan membelit akar tanaman lombok dan bila dicabut akan memutuskan akar tanaman lombok.
Membersihkan rumput diparit, pematang atau rumput-rumput yang tumbuh dalam lahan. Sanitasi akan sangat berfaedah bagi kesehatan tanaman dan unsur hara tidak dimakan gulma. Lahan yang kotor akan memudahkan berkembangnya hama penyakit. Rumput harus di buang jauh dari lahan, agar tidak busuk di lahan.
Pengendalian Hama / Penyakit
Hama dan penyakit merupakan penyebab utama kerusakan tanaman daun, bunga dan buah. Akibat terserang hama dan penyakit tanaman dapat gagal / mendatangkan rugi besar. Serangan hama dan penyakit tersebut karena dorongan faktor-faktor misalnua:
  1. Tingkat resistensi tanaman.
  2. Syarat-syarat lahan yang baik tidak terpenuhi.
  3. Pengolahan lahan yang tidak sempurna.
  4. Pupuk kandang yang tidak baik ( belum jadi ).
  5. Pengairan yang tidak baik.
  6. Cara kerja yang salah dsb.

BENIH DAN BIBIT TANAMAN LOMBOK

Benih
Terdapat beberapa macam benih, yaitu : lokal ( open ), benih unggul ( open ), benih unggul ( hybrida ).
Benih hybrida merupakan hasil persilangan dari sifat-sifat unggul yang dimiliki beberapa varietas yang dikerjakan oleh peneliti maupun beredar atau perusahaan. Tujuan untuk memperoleh tanamn baru yang :
  1. Tinggi mutunya.
  2. Seragam pertanaman dan buahnnya.
  3. Sesuai tingkat kepedasannya.
  4. Tahan lama setelah dipanen.
  5. Tahan hama dan penyakit, dll.
Untuk mendapatkan benih hybrida membutuhkan biaya riset yang mahal dan memakan waktu lama.
Benih hybrida atau ( f1 ) yang telah memiliki keunggulan tertentu tidak di anjurkan turunannya ( f2 ) dan seterusnya ( sebagai keturunan dari hybrida ) untuk di tanam, karena akan mengalami penurunan genetika sehingga tidak seunggul induknya ( f1-nya ) hal ini justru akan merugikan petani.
Pemakaian benih hybrida akan lebih menguntunkan dibanding benih lokal walaupun harga benih mahal, sebab hasil yang akan di dapatkan sudah bisa diperkirakan secara kualitas apabila dibudidayakan secara benar.
Bibit
Bibit adalah tanaman muda yang di harapkan jadi tanaman yang produktif, maka pembibitan harus dilakukan sebaik-baiknya agar diperoleh bibit yang baik.

Sunday, September 16, 2012

TEHNIK PENANAMAN TANAMAN LOMBOK

Penanaman diharapkan telah siap tanam saat pengolahan tanah lesai, maka harus diperhitungkan : luas lahan, jumlah tenaga yang tersedia, dan umur bibit, sehingga ketepatan tanam dapat tercapai.
Bibit yang terlambat di tanam akan mengurangi masa jevenil ( masa pertumbuhan vegetatif ). Bibit yang sudah siap sedangkan tanah belum selesai dikerjakan mengakibatkan pengolahan tanah menjadi tergesa-gesa. Pengolahan tanah yang tidak baik berpengaruh buruk terhadap pertanaman dan ini sulit untuk diperbaiki lagi.
Hal - hal yang perlu di kerjakan :
  1. Bentuk pola pada bedeng dengan ukuran 70x70 cm.
  2. Lubang mulsa php dengan alat pelubang khusus.
  3. Lubangi tanah sedalam tinggi pot bibit.
  4. Taruh bibit pada kotak, teratur dengan diecer pada tiap lobang.
  5. Buang polybag ( media jangan sampai pecah ) dan tanam pada lobang.
  6. Leher akar tepat pada permukaan tanah.
  7. Tutup lubang dengan tanah yang gembur agar akar mudah tumbuh.
  8. Siram tanaman baru tersebut dengan air.
  9. Cek tanaman baru setelah di siram, karena posisi tanaman bisa berubah.

TEHNIK PERSEMAIAN TANAMAN LOMBOK

Persemaian
  • Di pilih dari benih yang baik ( unggul )
  • Penentuan jenis yang tepat / cocok dengan Agroklimat dan pasar
  • Pembibitan di kerjakan setelah pengolahan tanah selesai 70%.
  • Dipersiapkan polybag dan tempat pembibitan
  • Di persiapkan media semai : tanah, pupuk kandang, kuntan, NPK, = 2 : 1 : 1 :0,2%
  • Benih dapat di semai di box dulu kemudian setelah tumbuh di pindahkan ke polybag.
  • Atau benih di semai di polybag dengan ukuran 8 x 12 cm.
  • Sebelum disemai binih dapat di rendam dulu pada air hangat 40 drajat C selama 4-5 jam. Hal ini akan mempercepat pertumbuhan.
  • Benih akan tumbuh selama 8 - 11 hari.
  • Perawatan benih :
- Pengairan / di siram sesuai keadaan.
- Spray dengan Antracol takaran 1/2 dosis untuk mengantisifasi penyakit dumping off.
- Sepray dengan insektisida ( curacron, lannate, decis, marshal, dll ) takaran 1/2 dosis untuk serangan serangga.
  • Bibit siap tanam umur 23 - 25 hari atau berdaun 4 - 5.

HAMA-HAMA PENTING TANAMAN LOMBOK

Hama :
  • Lalat buah ( Docus, sp )
Lalat ini merusak buah lombok dengan tujuan menempatkan telurnya. Buah yang rusak akan membusuk dan menimbulkan jamur.
Pengendaliannya :
- Musuh alami : semut, laba-laba dan kumbang. jadi jika hewan tersebut berada di tanaman lombok jangan di buang ya sob soalnya berguna buat tanaman kita.
- Sanitasi lahan.
- Aplikasi pestisida dengan cara penyepraian.
  • Kutu Daun ( Aphids )
Kutu daun merusak jaringan dan menghisap cairan sehingga daun tumbuh tidak normal ( kriting ). Hama ini banyak menyerang lahan di dataran rendah pada bulan Juni-September ( kemarau ) dan sebagai vactor virus. Pengendaliannya dengan Insektisida.
  • Thrips Tabaci
Banyak menyerang pada musim kemarau, serangan ini menghisap cairan daun dan bunga. Daun yang terserang menjadi kerdil berwarna keperakan, melengkung dan akhirnya mati. Bunga yang terserang oleh hama ini akan mengakibatkan keriput dan kerdil. Hama ini juga merupakan vector virus. Pnegendaliannya dengan : Nuvacron, Curacron.
  • Tungau ( Tetranychus )
Tungau berwarna merah, aktif di siang hari, membuat sarang berupa serat-serat halus dibagian daun. Populasi meningkat di musim kemarau. Gejala serangan serupa dengan kutu daun. Pengendaliannya dengan : Omite, Mitac, Kelthane, Morestan.
  • Ulat Grayak ( Spidoptera )
Memakan hampir semua bagian tanaman.
Pengendaliannya dengan : Ripcord, Supracide.
- Sanitasi lingkungan.
- Musuh alami yaitu : ulat, burung.
Penyakit
  • Patek ( Antraknosa )
Gejala serangan pada buah terdapat bercak hitam berbentuk cekung dan melingkar. Bercak-bercak akan berkembang, memanjang tetapi berwarna coklat muda. Pada bagian tengah berwarna coklat kelabu dan terus kehitaman. Pada kondisi lembab sering tumbuh cendawan berwarna merah jambu.
Pengendaliannya dengan :
- Rotasi tanaman yang bukan famili solanaceae, sanitasi lingkungan, jarak tanam yang longgar, draenage yang baik.
- Spraying dengan fungisida : antrocol, mantep, zineb, benlate, manzate, kaptan.
  • Penyakit layu bacteri
Tanaman yang terserang pada awalnya kelihatan tidak segar, terus layu dan ahirnya mati, tetapi dan dan buah tidak rontok.
Jika tanaman mati batangnya dibelah melintang maka pembuluh batang tampak berwarna gelap dan jika ditekan mengeluarkan lendir berwarna keruh.
Pengendaliannya :
- Hindari luka akar atau batang, Dreanage yang baik, Aerase tanah yang baik, pupuk kandang yang matang, rotasi tanaman dengan jenis lain, kebersihan lingkungan.
- Menggunakan Agrimicin pada saat tanam.
  • Pnyakit layu cendawan fusarium
Gejalanya : Tanaman yang terserang daun-daun terlihat layu total seperti tanaman kekurangan air, yang sangat mendadak. Jika di amati dibagian pangkal batang tanaman terdapat bercak-bercak kebasahan dan berwarna lebih gelap.
Pengendaliannya : Sulit dilakukan karena merupakan pengaruh lingkungan yang komplek. Dapat diantisipasi dengan menaburkan Saco P 1 gr/batang.
Cabut dan buang tanaman yang terserang secara dini.
  • Penyakit Mozaik
Gejalanya : Daun muda timbul warna kuning hijau belang-belang, permukaan tidak rata, berkerut, mengeriting, buahnya belang, ukuran kecil dan mengerut.
Pengendaliannya :
Pembersihan lingkungan lahan terutama tumbuhan inang. Mengendalikan kutu daun. Mencabut tanaman yang terserang. jangan menggesek tanaman yang sehat.


Sunday, August 26, 2012

TEHNIK PENANAMAN TANAMAN LOMBOK

Diharapkan bibit telah siap tanam saat pengolahan tanah selesai, maka harus diperhitungkan : luas tanah, jumblah tenaga yang tersedia, dan umur bibit, sehingga ketepatan tanam dapat tercapai.
Bibit yang terlambat ditanam akan mengurangi masa juvenil ( masa pertumbuhan vegetatif ). bibit yang sudah siap sedangkan tanah belum selesai dikerjakan mengakibatkan pengolahan tanah menjadi tergesa - gesa. Pengolahan tanah yang tidak baik berpengaruh buruk terhadap pertanaman dan ini sulit untuk diperbaiki lagi.
Hal - hal yang perlu dikerjakan :
  1. Bentuk pola pada bedeng dengan ukuran 70x70 cm.
  2. Lubangi mulsa php dengan alat pelubang khusus.
  3. Lubangi tanah sedalam tinggi pot bibit.
  4. Taruh bibit pada kotak, teratur dengan diecer pada tiap lubang.
  5. Buang polybag ( media jangan sampai pecah ) dan tanam pada lobang. 
  6. Leher akar tepat pada permukaan tanah.
  7. Tutup lubang dengan tanah yang gembur agar akar mudah tumbuh.
  8. Siram tanaman baru tersebut dengan air.
  9. Cek tanaman bar setelah di siram, karena posisi tanaman bisa berubah.