Saturday, January 25, 2014

CARA MENYEMAI BIJI SEMANGKA SUPAYA CEPAT TUMBUH

Buah semangka yang segar dan manis telah memasyarakat dan telah banyak di usahakan oleh petani di berbagai daerah, sehingga semangka merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Dengan tersedianya benih-benih semangka hybrda ( F1 ) yang menghasilkan buah dengan produksi tinggi dan kualitas baik tentunya perlu ada penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang sehat, sehingga apabila di pindahkan tidak setress atau stagnasi disamping itu dengan menyemai akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak sehingga produksi yang diharapkan dapat terapai.
Untuk itu perlu langkah-langkah persiapan yang baik didalam melakukan penyemaian, sebab kegagalan menyemai dapat berakibat fatal karena akan berdampak kepada program kerja dilapangan.
Adapun persiapan yang harus dilakukan didalam penyemaian adalah sebagai berikut :

Persiapan Media Semai

Media semai yang baik adalah media yang sehat seteril dalam arti bebas dari bibit penyakit maupun hama dan benih gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit tersebut.
Media semai yang digunakan terdiri dari :
  • Tanah
Tanah yang digunakan sebaiknya tanah kering, gembur dan seteril, bebas dari bibit hama penyakit maupun bibit gulma. Tanah yang baik dapat diambil dari pegunungan atau lapisan subsoil, di samping itu tanah yang berada direrumputan bambu cukup baik untuk media semai.
  • Pupuk Kandang
Pupuk kandang untuk menambah kesuburan media semai perlu di tambahkan pupuk kandang sebaiknya yang sudah kering dan halus sehingga lebih mudah untuk dicampur dan dimasukan kedalam polubag.
  • Arang Sekam
Arang sekam yang terbuat dari sekam padi sangat baik sebagai campurn media semai, karena mempunyai daya ikat air yang cukup baik sehingga bisa mengontrol keadaan air didalam media semai. Selain itu arang sekam juga berfungsi untuk menyediakan unsur fosfor dan kalium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Cara membuat arang sekam/kuntan

Arang sekam atau kuntan adalah arang yang dibuat dari sekam padi kering dan bersih dari kotoran sampah-sampah.
Biasanya para petani ( ada diantaranya ) membuang dan membiarkan sekam berserakan begitu saja. Sebetulnya sekam dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk merangsang akar tanaman, juga kuntan dapat digunakan sebagai campuran media/bahan persemaian.
Alat dan bahan-bahan yang diginakan :
  1. 4 kaleng yang berukuran besar dan kecil yang sudah dilubangi.
  2. Sekop satu buah dan sapu lidi.
  3. Ember satu buah.
  4. Sekam padi sesuai dengan kebutuhan.
  5. Koran bekas/kayu/bambu, untuk permulaan pembakaran.
Cara pembakaran :
  1. Tumpuk kaleng yang sudah di lubangi, kaleng yang paling bawah di isi koran bekas/kayu/bambu dll untuk permulaan pembakaran.
  2. Setelah menyala betul, tuangkan sekam disekitar kaleng sedikit demi sedikit.
  3. Setelah sekam yang dituang pertama terbakar dan menghitam, tuang kembali sekam berikutnya, Begitu seterusnya hingga sekam yang dikehendaki terbakar semua.
  4. Setelah semua sekam menghitam, diratakan dan disiram dengan air agar benar-benar mati sehingga tidak menjadi abu.
  5. Setelah disiram di jemur hingga kering.
  • Bahan Lain ( Sp36, Furadan )
Penggunaan pupuk Sp36 bersifat fleksibel karena pupuk ini hanya sebagai pelengkap apabila dirasa unsur hara yang ada tidak cukup. Aplikasinya Sp36 akan lebih baik jika dihaluskan terlebih dahulu agar betul-betul dapat merata di dalam media tersebut.
Furadan : berfungsi untuk mencegah nematoda akar maupun hama lain yang menyerang tanaman dipersemaian.

Perbandingan Media Semai

Untuk memperoleh komposisi media semai yang baik maka harus diperhatikan perbandingan bahan-bahan tersebut hal ini dilakukan agar saat pindah lapangan media tidak pecah.
Perbandingannya sebagai berikut :
Tanah : Pupuk kandang : kuntan = 1:1:1
Apabila takaran yang digunakan ember 10 lt, maka perbandingannya
10 liter tanah : 10 Lt Arang sekam ditambah 50 gram So36 dan 25 grm Furadan.
Perbandingan bahan tersebut juga dilihat dari jenis tanah yang digunakan, apabila tanah berpasir maka perbandingannya dapat berkurang.

Cara Menyemai

Untuk menyemai ada beberapa cara di antara lain :
  • Cara Langsung
Caranya biji semangka langsung dimasukan ke dalam polybag tanpa ada perlakuan sebelumya.
Kelemahannya pertumbuhan tidak serempak dan daya tumbuhnya rendah yang dikarenakan kontrol suhu dan air sulit dilakukan.
  • Cara Dikecmbah
Biji semangka direndam dalam air hangat selama kurang lebih 5 jam dengan tujuan untuk melunakan kulit biji semangka tersebut dan merangsang pertumbuhan akar lembaga.
Setelah direndam biji semangka diperam dalam kertas atau kain basah dan disimpan pada tempat yang hangat sehingga kurang lebih 24-36 jam berikutnya keluar calon akar lembaga, kemudian dimasukan kedalam polybag yang telah dipersiapkan.

Perawatan Persemaian

Agar bibit yang disemai dapat tumbuh baik dan sehat, maka harus dilakukan pemeliharaan bibit, antara lain :
  1. Penyiraman mutlak diberikan pada saat media kering. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan tujuan agar tanaman dapat menyerap air secara maksimal untuk proses pengangkutan unsur hara.
  2. Memberi pelindungan plastik di bedeng persemaian, dengan tujuan untuk mencegah serangan hama, hujan, dan fluktusi suhu yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit.
  3. Penyiangan gulma, baik yang ada di polybag maupun dilingkungan sekitar bedengan.
  4. Pemberantasan hama dan penyakit. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah adanya serangan hama maupun penyakit yang dapat merusak bibit.

Pindah Lahan

Bibit siap tanam apabila telah tumbuh normal baik daun maupun akar, dengan ciri-ciri :
  1. Akar telah keluar dari lubang polybag.
  2. Daun 2-3 lembar ( tergantung jenis tanaman ).
  3. Batang sudah kaku.
Untuk penanaman sebaiknya lahan telah dipersiapakan lebih dahulu agar bibit tidak terlambat. Karena bibit yang terlambat dapat menyebabkan pertumbuhannya kerdil.
Catatan : 
Untuk benih biji semangka sebaiknya dilakukan perlakuan kehusus untuk mempermudah pertumbuhan. Karena kulit bijinya yang sangat tebal maka perlu dilakukan peretakan biji atau mengurangi ketebalan kulit, dengan cara di amplas atau di potong ujungnya biji semangka tersebut dengan pemotong kuku.












No comments:

Post a Comment