Showing posts with label Bidang Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Bidang Tanaman. Show all posts

Wednesday, February 3, 2016

Tehnik Menyemai


Maksud Dan Tujuan
Untuk mendapatkan bibit tanaman yang sehat, sehingga apabila di pindahkan tidak setres / stagnasi disamping itu dengan penyemaian akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak sehingga produksi yang diharapkan dapat tercapai.
Untuk itu perlu langkah-langkah persiapan yang baik di dalam melakukan penyemaian, sebab kegagalan menyemai dapat berakibat fatal karena akan berdampak kepada program kerja di lapangan.
Adapun persiapan yang harus dilakukan di dalam penyemaian adalah sebagai berikut :
Persiapan Media Semai
Media semai yang baik adalah media yang sehat seteril dalam arti bebas dari bibit penyakit maupun hama dan benih gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit tersebut.
Media semai yang digunakan terdiri dari:
  • Tanah
Tanah yang digunakan sebaiknya kering, gembur dan seteril, bebas dari bibit hama penyakit maupun bibit gulma. Tanah yang baik dapat diambil dari pegunungan atau lapisan subsoil,  disamping itu tanah yang berada di rerumputan bambu cukup baik untuk media semai. Pelajari dulu jika Anda belum  benar - benar mengerti tentang pengertian tanah
  • Pupuk kandang
Pupuk kandang untuk menambah  kesuburan media semai perlu ditambahkan pupuk kandang sebaiknya yang sudah kering dan halus sehingga lebih mudah untuk dicampur dan dimasukan kedalam polybag 
Arang sekam yang terbuat dari sekam padi sangat baik sebagai campuran media semai, karena mempunyai daya ikat air yang cukup baik sehingga bisa mengontrol keadaan air didalam media semai. Selain itu arang sekam juga berfungsi untuk menyediakan unsur fasfor dan kalium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
  • Bahan lain (Sp36,Furadan)
Penggunaan pupuk Sp36 bersifat fleksibel karena pupuk ini hanya sebagai pelengkap apabila dirasa unsur hara yang ada tidak cukup. Aplikasinya Sp36 akan lebih baik jika dihaluskan terlebih dahulu agar betul-betul dapat merata di dalam media tersebut.
Furadan: berfungsi untuk mencegah nematoda akar maupun hama lain yang menyerang tanaman dipersemaian.
Perbandingan Media Semai
Untuk memperoleh komposisi media semai yang baik maka harus diperhatikan perbandingan bahan-bahan tersebut, hal ini dilakukan agar saat pindah lapangan tidak pech.
Perbandingan media semai:
Tanah : pupuk kandang, kuntan = 1 : 1 : 1
Apabila takaran yang digunakan ember 10 lt, maka perbandinganya 10 lt Tanah, 10 lt PK, 10 lt arang sekam di tambah 50 gr Sp36 dan 25 kg Furadan.
Perbandingan bahan tersebut juga dilihat dari jenis tanah yang digunakan, apabila tanah berpasir maka maka perbandinganya dapat berkurang.
Cara Menyemai
Untuk menyemai ada beberapa cara, antara lain :
  • Cara langsung
Caranya biji langsung dimaukan ke dalam polybag tanpa ada perlakuan sebelumnya. Kelemahanya pertumbuhan tidak serempak dan daya tumbuhnya endah yang dikarnakan kontrol suhu dan air sulit dilakukan.
  • Cara dikecambah
Biji derendam dalam air hangat selama kurang lebih 5 jam dengan tujuan untuk melakukan kulit biji dan merangsang pertumbuhan akar lembaga.
Setelah direndam biji diperam dalam kertas atau kain basah dan di simpan pada tempat yang hangat sehingga kurang lebih 24-36 jam berikutnya keluar calon akar lembaga, kemudian di masukan kedalam polybag yang  telah dipersiapkan.
 Contoh gambaran
  • Cara menyemai di kotak semai
Sebelum di pindah ke polybag, biji di semai di kotak semai terlebih dahulu. kelebihan dari sistem ini antara lain :
- Dapat memilih tanaman  yang pertumbuhannya baik
- Tanaman lebih cepat beradaptasi di lahan
- Dapat menghemat polybag
Cara Menyemai :
  1. Sediakan kotak berlubang di bagian bawahnya yang terbuat dari plastik, kayu, atau bambu. Untuk ukurannya bervareasi, 40x30cm atau 30x25cm, tinggi 5cm.
  2. Kotak diisi media semai setinggi 2/3 bagian, kemudian dibuat alur dengan jarak 5-10 cm.
  3. Biji dimasukan di alur tersebut dengan jarak di sesuaikan dengan besar kecilnya biji, kemudian ditutup kembali dengan arang sekam atau media semai dan disiram kembali hingga basah.
  4. Kotak diletakan pada bedengan persemaian yang sudah dipersiapkan dan ditutup dengan plastik biar hangat.
  5. Setelah beberapa hari, biji mulai tumbuh. Saat tersebut penutup harus di buka agar tidak rusak atau etiolasi. Jika media kering maka harus dilakukan penyiraman.
  6. Bibit dapat di pindah ke polybag setelah pertumbuhan daun lambangnya penuh. Untuk pemindahan sebaiknya dilakukan pada sore hari, agar bibit tidak terjadi strees, setagnasi atau mati.
Catatan :
Untuk benih semangka non biji, pare, dan benih-benih berkulit keras sebaiknya dilakukan perlakuan khusus untuk mempermudah pertumbuha. Karena kulit bijinya yang sangat tebal maka perlu dilakukan peretakan biji atau mengurangi ketebalan kulit, dengan cara di ampelas atau di pecah dengan penjepit kuku di bagian biji moncongnya.
Perawatan Persemaian
Agar bibit yang disemai dapat tumbuh baik dan sehat, maka harus dilakukan pemeliharaan bibit, antara lain :
  1. Penyiraman mutlak diberikan pada saat media kering. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan tujuan agar tanaman dapat menyerap air secara maksimal untuk proses  pengangkutan unsur hara.
  2. Memberi pelindung plastik di beden persemaian, dengan tujuan untuk mencegah serangan hama, hujan, dan fluktuasi suhu yang dapat menggangu pertumbuhan bibit.
  3. Penyiangan gulma, baik yang ada di polybag maupun di lingkungan sekitar bedengan.
  4. Pemberantasan hama dan penyakit. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah adanya serangan hama maupun penyakit yang dapat merusak bibit.
Pindah Lahan
Bibit siap tanam apabila telah tumbuh norml baik daun maupun akar, dengan ciri-ciri:
- Akar telah keluar dari lubanaung polybag.
- Daun 2-3 lembar (tergantung jenis tanaman)
- Batang sudah Kaku.
Untuk penanaman sebaiknya lahan telah dipersiapkan lebih dahulu agar bibit tidak terlambat.
Karena bibit yang terlambat dapat menyebabkan pertumbuhannya kerdil.
Sebenarnya teknik menyemai sangat banyak tetapi yang paling mudah dan bagus adalah teknik menyemai seperti yang di atas, karena dengan demikian kita akan mudah dan bisa memprediksi hasil panen nanti jika kita berhasil dalam persemaian maka kemungkinan besar kita juga akan berhasil memanen, karena ada juga penyakit yang menyerang dari awal persemaian atau bahkan dari benihnya itu sendiri, maka dari itu di perlukan persemaian agar kita bisa menanam benih tersebut yang sehat dan bibit yang bermutu atau super karena dengan adanya persemaian kita bisa memilih bibit - bibit yang unggul dan berkualitas nantinya. 


Tuesday, February 2, 2016

CARA MEMBUAT PUPUK BOKASHI

Pengertian Bokashi
Bokashi adalah pupuk organik yang dapat digunakan sebagai pupuk dasar atau pun pupuk susulan. Bokashi digunakan untuk segala jenis tanaman. Bahan - bahan untuk pembuatan Bokashi dapat dikombinasikan sesuai kebutuhan.
Fungsi Bokashi :
  1. Menyuburkan dan memperbaiki struktur tanah.
  2. Meningkatkan daya tumbuh tanaman.
  3. Menghambat penyakit pada tanaman.
  4. Memperbaiki mutu buah ( menambah rasa manis dan buah tidak mudah busuk )
Kandungan unsur hara dalam Bokashi :
  1. N : 2,35 %
  2.  P : 3,58 %
  3.  K : 0,96 %
Pemberian Bokashi sebagai pupuk susulan, dosisnya dilihat dari kondisi tanaman tersebut, rata - rata 1 - 2 genggam tangan pertanaman.
Berikut ini adalah satu contoh pembuatan Bokashi
Bahan - bahan :
  1. Tanah gunung ( tanah yang masih steril ) - 400 Kg
  2. Ampas kedelai / ampas kelapa - 150 Kg
  3. Kotoran Ayam - 300 Kg
  4. Bekatul - secukupnya
  5. Tepung Ikan - 150 Kg
  6. Kuntan - secukupnya
Cara pembuatan Bokashi :
Tanah gunung diratakan dilanjutkan dengan menumpukkan kotoran ayam, ampas kedelai / ampas kelapa, bekatul, tepung ikan, kuntan. Setelah semua bahan ditumpuk, dilanjutkan dengan mengaduknya sambil dicampur air sedikit demi sedikit, sampai kadar air mencapai 50 % ( sebagai tanda, apabila dengan campuran bahan tersebut dapat menggumpal tetapi jika di buka campuran tersebut akan pecah ). Setelah bahan tercampur merata tutuplah dengan penutup yang memiliki rongga udara ( karung goni, kain ). Setiap mencapai suhu 60 % 'C Bokashi tersebut dibalik. Untuk daerah tropis seperti Indonesia, Bokashi dapat dibalik 2x sehari ( pembalikan secara merata ). Setelah kurang lebih 2 minggu bahan bokashi akan mengering dan tidak berbau, hal tersebut menandakan Bokashi telah dapat digunakan.
Catatan :
Untuk memudahkan saat pembalikan sediakanlah tempat kosong di samping tumpukan tersebut.
Fungsi dari unsur - unsur Bokashi :
  1. Kotoran Ayam : Untuk menyuburkan tanah
  2. Tepung Ikan     : Untuk menambah rasa manis pada buah
  3. Tanah gunung    : Mengatur kepadatan Bokashi dan tidak menimbulkan bau yang menyengat
  4. Bekatul : Untuk memperbanyak timbulnya bakteri dalam proses pembuatan Bokashi dan menambah rasa manis buah
  5. Tepung tulang : Untuk kesuburan tanah
  6. Sekam : Menjaga kelembaban tanah
  7. Ampas kedelai : Memperbaiki struktur tanah

Monday, February 1, 2016

TEKNIK BUDIDAYA MELON

Pada garis besarnya Melon di bagi menjadi 2 jenis yaitu : Net Melon dan NoNet melon.
Net Melon misalnya : Sky Roket, Action, Glamor, Monami, MAI 119, MAI 116, SUMO 28, LADIKA, dll.

NoNet Melon misalnya : Honey dew, Mutiara, Golden langkawi, Eagle, dll.

Contoh gambaran melon yang ada Netnya
Sarat Tubuh
Tanaman melon dapat tumbuh dari daratan rendah sampai daratan medium, akan tetapi Net melon cocok pada dataran rendah 0-500 m dpl. Karena Net melon menghendaki penyinaran yang cukup. Untuk noNet melon cocok pada dataran medium 400-700 m dpl. Karena melon ini besar buahnya sedang, tetapi rasanya manis.
Tanaman melon tidak menghendaki tanah yang khusus. tapi yang lebih baik tanah bekas tanaman padi, dan hindari bekas tanaman yang sakit (layu dan karat daun).
Pengolahan Tanah
Sebaiknya di lakukan seawal mungkin, sehingga mendapatkan pengolahan yang baik dan selesai sebelum bibit siap tanam.
Pembuatan Got di harapkan untuk memudahkan pengairan dan pembuangan air, sehingga memudahkan untuk memperoleh kondisi tanah yang basah tetapi tuntas. Tanah bedeng di buat gembur sehingga perakaran mudah menembus tanah untuk mendapatkan unsur hara makanan.
Persemaian
Cara menyemai ada 2 cara yaitu :
  1. Di kecambah selama kurang lebih 30 jam dengan suhu 28-30 derajat C, akar tumbuh kira-kira 0,5 cm. Kemudian langsung di masukan kedalam polybag yang sudah di persiapkan dan di tutup dengan kuntan / media yang lembut. Setelah 7-10 hari bibit siap tanam di lahan.
  2. Di semai dengan box. Biji di atur dalam box, setelah 5-6 hari baru di pindahkan dalam polybag yang sudah di siapkan, setelah 13 hari bibit siap tanam di lahan. Untuk penanaman bibit jangan sampai terlambat.
Penanaman
Persiapan tanam
Pembuatan bedengan 1/2 jadi dengan ukuran :
Lebar : 120 cm, Lebar parit : 60 cm, Tinggi bedengan 40 cm, dan panjang bedengan sesuai dengan lahan yang ada.
Dan di tabur pupuk dasar yaitu :
kompos / pupuk kandang 20 ton / ha.
Dolomit 1 ton / ha
ZA : 700 kg.
Sp36 : 450 kg.
KCL : 250 kg.
Setelah pupuk di tabur, bedengan di kecroh agar pupuknya tercampur, dan tanah dari parit di naikan ke bedengan. Setelah itu bedengan di tutup dengan mulsa (PHP) selanjutnya di buat lubang tanam 60-70 cm ditanam 2 baris.
Sebelum di tanam sebaiknya ajir/lanjaran sudah terpasang lebih dulu. Panjang lanjaran kurang lebih 2 m.
Pemeliharaan
Pupuk susulan berupa kocoran NPK yang telah di cairkan / di larutkan ke air, dengan perbandingan 3 kg NPK / 200 lt air.
Waktu pemberian :
  1. 3-4 hst.
  2. 2 minggu setelah tanam. Di pilih tanaman yang pertumbuhanya lambat.
  3. 20-23 hst (sebelum bunga mekar)
  4. Setelah gantung buah
Hindari pemberian pupuk susulan pada saat bunga mekar.
Potong Cabang
Potong cabang pertama pada waktu tanaman berumur 12 hari setelah tanam atau setelah 5 helai daun. Potong cabang selanjutnya setiap ketiak daun, cabang di potong sampai helai ke 9 dan 10, 11, 12 di pelihara untuk calon buah dan helai 13 ke atas di potong semua. Potong cabang sebaiknya pada siang cuaca cerah, setelah 25-30 helai ujungnya di potong sisakan 2 cabang sebagai kontrol supaya buah tidak pecah.
Setelah dilakukan potong cabang atau potong pucuk supaya dilakukan penyepraian agar tidak terjadi infeksi pada luka bekas potongan.
Ikat Batang
Tanaman melon tidak bisa merambat sendiri maka perlu pengikatan agar tidak rebah. Ikat batang yang pertama kurang lebih 2 minggu setelah tanam / setelah potong cabang pertama. Dan selanjutnya pengikatan 3-4 hari sekali dilakukan.

Pengairan
Pada saat penanaman di airi penuh / di leb.
Tiga hari kemudian di airi per tanaman, sebab dalam bedengan masih basah tetapi permukaan tanah sudah kering, pada musim kemarau bedengan di leb satu minggu sekali. Pada saat tanaman berdaun 6 helai di airi penuh agar pertumbuhannya seragam.
Kemudian tanaman di airi setelah umur 23 hari / menjelang pembungaan. Pengairan selanjutnya setelah seleksi dan gantung buah / satu minggu setelah pembungaan, hindari pengairan pada saat bunga mekar.
Setelah seleksi buah sampai umur 35 hari / setelah pembungaan keadaan lahan harus selalu basah karena pada saat itu fase pembesaran buah.
Umur 24-35 hari setelah pembungaan lahan sedikit demi sedikit di keringkan supaya buahnya manis.
Pengendalian Hama Dan Penyakit
  • Hama
- Kutu daun
Kutu daun mengisap cairan daun sehingga menghambat pertumbuhan tanaman, hama ini bisa menyebarkan penyakit virus. Pengendalianya dengan : Marsal, curacron, atau insectisida yang lain- Ulat daun dan ulat buah
 Ulat daun dan ulat buah biasanya memakan daun dan kulit buah melon sehingga buah melon cacat/berlubang dan kualitas buahnya kurang baik.
 Pengendaliannya dengan : Tribon, Ketindo, Estap, atau insektisida yang lain.
- Lalat buah
Lalat buah menyerang buah dengan menusuk buah sehingga buah cacat dan busuk. Lalat ini menyerang buah pada saat masih muda / setelah gantung buah.
Pengendaliannya dengan : furadan di tabur di atas mulsa, disepray dengan rizotin atau insektisida yang lain.
Contoh gambaran buah melon teserang lalat buah.

  • Penyakit
- Karat daun, embun tepung, layuaun
Penyakit karat daun yaitu cendawan yang menyerang daun, yang mula-mula daun terdapat berecak ke kuning-kuningan dan meluas sehingga menjadi kecoklatan warna daunya.
Pengendaliannya dengan : fungisida, Dithane M45, daconil, ridomil MZ, rovral atau fungisida yang lain.
Contoh gambar tanaman melon terkena karat daun.
- Penyakit embun tepung.
Menyerang permukaan daun yang terdapat trotol-trotol putih seperti taburan tepung, lama-lama menjadi kering.
Pengendaliannya dengan : fungisida, morestan dan rubigan (1 tutup / tengki)
- Penyakit layu
Yang di sebabkan bakteri dan cendawan.
Penanggulangannya dengan : Persiapan lahan yang baik, pemakaian pupuk kandang yang telah jadi, dan pemakaian dolomid seperti anjuran atau dikocor dengan bactochyu pada lubang tanaman, sebelum tariam.
Contoh gambar tanaman melon terkena penyakit layu.

  • Panen
Tanaman melon siap di panen setelah umur 65 hari setelah tanam.
- Ciri-ciri siap panen : Daun bendera berwarna kuning dan buah buah melon sudah beraroma bagi jenis tertentu dan kadar gula sudah mencapai 13 brix.
- Cara panen : Di potong dengan tangkainya membentuk huruf "T" untuk varietas daging merah. Dan di potong pada tangkai buah untuk jenis melon putih (kuning).
Nih gan sudah dipanen

Catatan : faktor keberhasilan
  1. Kesuburan tanah.
  2. Kwalitas bibit.
  3. Pengetahuan budidaya.
  4. Orientasi pemasaran.
  5. Amal dan ibadah.
Selamat mencoba dan sukses selalau


Friday, January 22, 2016

CARA BUDIDAYA JAMUR JERAMI

Salam sejahtera sahabat tani semuanya kali ini bidang pertanian akan membahas sedikit tentang budidaya jamur merang atau jerami. Usaha budidaya jamur tiram sangatlah bagus di berbagai daerah.
Pertama yang anda perlukan untuk berbudidaya jamur merang yaitu pembuatan kumbang atau tempat budidaya jamur merang tersebut,
Penentuan lokasi : Anda sebelum memulai budidaya jamur merang anda harus pintar-pintar memilih lokasi yang tepat supaya hasilnya maksimal, di antaranya yang bisa memadai sebagai berikut
  1. Sumber jerami. Buatlah kumbang di tempat yang memadai jerami atau di daerah yang tidak sulit untuk mendapatkan jerami.
  2. Sumber air. Jadi anda juga harus memikirkan sumber air karena nantinya agar mudah mendapatkan air dan tidak menyesal di kemudian hari.
  3. Jalan. Kumbang harus dekat dengan jalan masuk keluar kendaraan agar mudah membawa media-media budidaya jamur tiram.
Persyaratan yang harus anda penuhi dalam membuat kumbang di antarnaya :
  1. Dinding dalam dan atas menggunakan plastik polyetllen.
  2. Dingding luar menggunakan sterofoam.
  3. Kumbang lebih baik di tempat.
Dan anda juga sebelum memulai budidaya jamur merang anda harus mengetahui perbedaan kumbang dan manfaat kumbang tersebut:
  1. Kumbang atas lancip: Bila panas maka uap akan mengalir kesamping, digunakan untuk kumbang yang memiliki satu rak di tengah.
  2. Kumbang atas dasar: uap air akan jatuh ketengah-tengah kumbang, digunakan untuk kumbang yang memiliki dua rak.
Media untuk pembuatan jamur merang di antaranya yaitu:
  1. Jerami
  2. Kapur CaCo3
  3. Dedak
  4. Limbah kapas
Mengapa kita menggunakan mdeia dengan jerami? Karena jerami mengandung:
  1. Lignin
  2. Selulosa
  3. Silicca
Nah yang berada di daerah yang susah jerami jangan putus asa untuk berbudidaya jamur merang karena Anda bisa menggunakan media alternatif jerami dengan menggunakan sebagai berikut :
  1. Alang-alang
  2. Eceng gondok
  3. Batang jagung
  4. Kelaras pisang
Nah bagi Anda yang tidak ada jerami anda bisa menggunakan salah satu media yang tertulis di atas jadi jangan takut karena tidak ada jerami ya hehe.
Dan jika Anda bingung tentang media limbah kapas anda tinggal pilih yang berada di daerah anda salah satunya sebagai berikut :
  1. Hampas sagu
  2. Hampas tahu
  3. Hampas tempe
  4. Hampas kapuk
Nah sekarang kita sudah tau apa saja media-media yang kita butuhkan untuk berbudidaya jamur merang, sekarang tinggal bagaimana cara mengolah media-media tersebut :
Cara pembuatan Komos
  1. Lapisan atas kompos kapas
  2. lapisan bawah kompos jerami
Memasukan kompos :
  1. kurang lebih 10 hari kompos jerami masuk kumbang, simpan setinggi 40 cm di rak
  2. Lapisi 0,5 cm kompos kapas  yang telah di kompos selama 1 bulan.
  3. Pasteurisasi sampai suhu 70 Derajat C pertahankan selama 4-5 jam.
  4. Penanaman dilakukan bila suhu lebih dari 40 Derajat C.
Sekian panduan singkat tentang budi daya jamur merang atau jamur jerami, terimakasih selamat mencoba dan sukses selalu.

Thursday, January 21, 2016

TIPS SUKSES BUDIDAYA TANAMAN TOMAT

Pada dasarnya tanaman tomat dibagi menjadi 2 type yaitu ditterminite dan inditermidate.
Diterminite seperti : Maestro, Titanik dan lain-lain di pelihara dua cabang.
Intermidate Seperti : Permata, Ratna,Buba, dan lain-lain, tanpa potong cabang.

Syarat Tumbuh Tanaman Tomat

Tanaman tomat dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi mulai 0-1000 m dpl. Tanaman tomat memerlukan sinar matahari penuh karena merupakan tanaman perdu, yang perlu diketahui menanam tomat sebaiknya lahan jangan bekas tanaman sejenis solanae seperti : terong, cabe, kentang dan lain-lain membutuhkan pH tanah netral (7,0), bila pH tanah rendah maka perlu di tambah kapur (dolomite).

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan seawal mungkin untuk mendapatkan pengolahan tanah yang lebih sempurna, setidaknya lahan harus sudah siap 5 hari sebelum tanam. Jangan sampai bibit menunggu lahan, lahanlah yang menunggu bibit.
Tujuan pengolahan tanah untuk mendapatkan struktur tanah yang gembur supaya mempermudah berkembangnya akar tanaman untuk menyerap makanan, udara dan air. Di dalam tanah buatlah parit dan got pembuangan dengan ukuran bedengan parit sebagai berikut : lebar bedengan 120 cm, panjang sesuai lahan max 10 m, tinggi bedengan 40 cm parit 60 cm, got pembuangan 50 cm. Tujuanya adalah untuk mempermudah pengairan diwaktu kering dan mempermudah pembuangan di waktu musim hujan, adapaun kebutuhan pupuknya sebagai berikut :
Pupuk kandang jadi 2 ton, dolomit 200 kg, Za 71 kg, TSP 55 kg, Kcl 25 Kg, untuk 1000 m, mulsa hitam perak, lanjaran.

Persemaian

Persemaian ada dua cara yaitu :
Langsung dengan polibag/pot atau bedeng persemaian caranya tanah digemburkan di buat bedeng ukuran 1 m lebarnya, panjang sesuai lahan kemudian di beri pupuk kandang yang sudah jadi 2 kg, TSP 1 ons/m, Furadan setelah di tebar rata digemburkan dan dihaluskan di bikin rata buat alur 5 cm jaraknya tabur benih beri pelindung. Atau benih langsung di keambah dahulu dalam box/kotak 10 hari pindah pot/polibag pembibitan.

Persiapan Tanam

Sebelum penanaman dilakukan sebaiknya di buat ukur jarak tanam 60 x 60 cm dan diberi lanjaran sampai pengikatan selesai baru pelubangan mulsa. Tujuannya mempermudah perawatan dan tidak mengganggu pertumbuhan akar tanaman.
Penanaman bila tanah kering diairi dahulu 2 hari sebelum tanam dan setelah tanam dan penanaman jangan terlalu dalam/dangkal sebatas leher akar.

Pemeliharaan

  • Pemupukan, pupuk susulan berupa kocoran NPK yang di cairkan 3 kg/150 1 air cara pemberiannya :
  1. 5 hari setelah tanam bila bibit dari polibag, bila cabutan 10 hari.
  2. 15 hari setelah tanam.
  3. 25 hari setelah tanam ukuran 200 cc/pohon.
Ada cara lain pemberian pupuk yaitu apabila tanaman sudah dewasa caranya parit antara bedengan dibasahi, diberi jerami selang 5 hari dibasahi baru ditabur pupuk bila musim hujan tidak perlu dibasahi.
  • Potong Cabang
Potong cabang seawal mungkin jangan terlalu besar akan mengganggu pertumbuhan tanaman, pemotongan cabang ada 2 cara Diterminite potong cabang samapai atas di pelihara 2 cabang. Interminite cukup dibawah cabang utama ke atas tidak perlu pemotongan dibiarkan berkembang.
  • Pengikatan Batanag
Pengikatan batang jangan sampai terlambat, apabila terlambat tanaman akan mudah patah atau rebah, mengingat tanaman tomat tidak bisa merambat sendiri seperti tanaman buncis maka perlu pengikatan supaya bisa tumbuh tegak ke atas. Tujuannya untuk mempermudah perawatan.
Untuk pengikatan pertama yaitu tinggi batang 25 cm dan pengikatan selanjutnya 30 cm dan seterusnya.

Pengendalian hama/penyakit

Pengendalian penyakit suatu tanaman harus dikendalikan seawal mungkin secara preventif. Yang dimaksud adalah pencegahan sebelum populasi suatu penyakit berkembang biak.
Hama yang menyerang antara lain : ulat tanah, ulat tentara, ulat buah, homoque/ungker. Pengendaliannya apabila penyerangannya masih di atas garis ambang ekonomi (GAE) penyepraiannya dengan dosis penuh, apabila penyerangannya di bawah GAE interval penyepraiannya diperpendek. Adapun pestisida yang di pakai antara lain : trebon, spontan, marshal, sevin.
Penyakit yang menyerang antara lain : embun tepung, busuk batang, layu bacteri, virus, bercak daun, Adapun pestisida yang dipakai antara lain : morestan, ridomil, antracol, dithane, agrep, roval, agrimicin, diaconil.
Untuk pengendalian awal dilakukan bibit mau ditanam kemudian 4 hari setelah tanam selanjutnya apabila cuaca jelek interval seprainya 5 hari sekali. Dan apabila cuaca norma interval spray 7 hari, untuk penyepraian sebaiknya dilakukan pagi hari dan cuaca cerah.

Panen/Petik Buah

Tomat panen pertama cuaca normal 60 hari setelah tanam, panen tomat jangan terlalu matang, begitu ujung kelihatan merah siap di panen bila panen terlambat buah mudah pecah dan memar. Saat panen sebaiknya tangkai tidak diikutkan, sebab bisa merusak buah yang lain.
Sekian dan terimakasih penjelasan tentang budidaya tanaman tomat, selamat mencoba dan sukses selalu....

Saturday, January 25, 2014

CARA MENYEMAI BIJI SEMANGKA SUPAYA CEPAT TUMBUH

Buah semangka yang segar dan manis telah memasyarakat dan telah banyak di usahakan oleh petani di berbagai daerah, sehingga semangka merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Dengan tersedianya benih-benih semangka hybrda ( F1 ) yang menghasilkan buah dengan produksi tinggi dan kualitas baik tentunya perlu ada penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang sehat, sehingga apabila di pindahkan tidak setress atau stagnasi disamping itu dengan menyemai akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak sehingga produksi yang diharapkan dapat terapai.
Untuk itu perlu langkah-langkah persiapan yang baik didalam melakukan penyemaian, sebab kegagalan menyemai dapat berakibat fatal karena akan berdampak kepada program kerja dilapangan.
Adapun persiapan yang harus dilakukan didalam penyemaian adalah sebagai berikut :

Persiapan Media Semai

Media semai yang baik adalah media yang sehat seteril dalam arti bebas dari bibit penyakit maupun hama dan benih gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit tersebut.
Media semai yang digunakan terdiri dari :
  • Tanah
Tanah yang digunakan sebaiknya tanah kering, gembur dan seteril, bebas dari bibit hama penyakit maupun bibit gulma. Tanah yang baik dapat diambil dari pegunungan atau lapisan subsoil, di samping itu tanah yang berada direrumputan bambu cukup baik untuk media semai.
  • Pupuk Kandang
Pupuk kandang untuk menambah kesuburan media semai perlu di tambahkan pupuk kandang sebaiknya yang sudah kering dan halus sehingga lebih mudah untuk dicampur dan dimasukan kedalam polubag.
  • Arang Sekam
Arang sekam yang terbuat dari sekam padi sangat baik sebagai campurn media semai, karena mempunyai daya ikat air yang cukup baik sehingga bisa mengontrol keadaan air didalam media semai. Selain itu arang sekam juga berfungsi untuk menyediakan unsur fosfor dan kalium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Cara membuat arang sekam/kuntan

Arang sekam atau kuntan adalah arang yang dibuat dari sekam padi kering dan bersih dari kotoran sampah-sampah.
Biasanya para petani ( ada diantaranya ) membuang dan membiarkan sekam berserakan begitu saja. Sebetulnya sekam dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk merangsang akar tanaman, juga kuntan dapat digunakan sebagai campuran media/bahan persemaian.
Alat dan bahan-bahan yang diginakan :
  1. 4 kaleng yang berukuran besar dan kecil yang sudah dilubangi.
  2. Sekop satu buah dan sapu lidi.
  3. Ember satu buah.
  4. Sekam padi sesuai dengan kebutuhan.
  5. Koran bekas/kayu/bambu, untuk permulaan pembakaran.
Cara pembakaran :
  1. Tumpuk kaleng yang sudah di lubangi, kaleng yang paling bawah di isi koran bekas/kayu/bambu dll untuk permulaan pembakaran.
  2. Setelah menyala betul, tuangkan sekam disekitar kaleng sedikit demi sedikit.
  3. Setelah sekam yang dituang pertama terbakar dan menghitam, tuang kembali sekam berikutnya, Begitu seterusnya hingga sekam yang dikehendaki terbakar semua.
  4. Setelah semua sekam menghitam, diratakan dan disiram dengan air agar benar-benar mati sehingga tidak menjadi abu.
  5. Setelah disiram di jemur hingga kering.
  • Bahan Lain ( Sp36, Furadan )
Penggunaan pupuk Sp36 bersifat fleksibel karena pupuk ini hanya sebagai pelengkap apabila dirasa unsur hara yang ada tidak cukup. Aplikasinya Sp36 akan lebih baik jika dihaluskan terlebih dahulu agar betul-betul dapat merata di dalam media tersebut.
Furadan : berfungsi untuk mencegah nematoda akar maupun hama lain yang menyerang tanaman dipersemaian.

Perbandingan Media Semai

Untuk memperoleh komposisi media semai yang baik maka harus diperhatikan perbandingan bahan-bahan tersebut hal ini dilakukan agar saat pindah lapangan media tidak pecah.
Perbandingannya sebagai berikut :
Tanah : Pupuk kandang : kuntan = 1:1:1
Apabila takaran yang digunakan ember 10 lt, maka perbandingannya
10 liter tanah : 10 Lt Arang sekam ditambah 50 gram So36 dan 25 grm Furadan.
Perbandingan bahan tersebut juga dilihat dari jenis tanah yang digunakan, apabila tanah berpasir maka perbandingannya dapat berkurang.

Cara Menyemai

Untuk menyemai ada beberapa cara di antara lain :
  • Cara Langsung
Caranya biji semangka langsung dimasukan ke dalam polybag tanpa ada perlakuan sebelumya.
Kelemahannya pertumbuhan tidak serempak dan daya tumbuhnya rendah yang dikarenakan kontrol suhu dan air sulit dilakukan.
  • Cara Dikecmbah
Biji semangka direndam dalam air hangat selama kurang lebih 5 jam dengan tujuan untuk melunakan kulit biji semangka tersebut dan merangsang pertumbuhan akar lembaga.
Setelah direndam biji semangka diperam dalam kertas atau kain basah dan disimpan pada tempat yang hangat sehingga kurang lebih 24-36 jam berikutnya keluar calon akar lembaga, kemudian dimasukan kedalam polybag yang telah dipersiapkan.

Perawatan Persemaian

Agar bibit yang disemai dapat tumbuh baik dan sehat, maka harus dilakukan pemeliharaan bibit, antara lain :
  1. Penyiraman mutlak diberikan pada saat media kering. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan tujuan agar tanaman dapat menyerap air secara maksimal untuk proses pengangkutan unsur hara.
  2. Memberi pelindungan plastik di bedeng persemaian, dengan tujuan untuk mencegah serangan hama, hujan, dan fluktusi suhu yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit.
  3. Penyiangan gulma, baik yang ada di polybag maupun dilingkungan sekitar bedengan.
  4. Pemberantasan hama dan penyakit. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah adanya serangan hama maupun penyakit yang dapat merusak bibit.

Pindah Lahan

Bibit siap tanam apabila telah tumbuh normal baik daun maupun akar, dengan ciri-ciri :
  1. Akar telah keluar dari lubang polybag.
  2. Daun 2-3 lembar ( tergantung jenis tanaman ).
  3. Batang sudah kaku.
Untuk penanaman sebaiknya lahan telah dipersiapakan lebih dahulu agar bibit tidak terlambat. Karena bibit yang terlambat dapat menyebabkan pertumbuhannya kerdil.
Catatan : 
Untuk benih biji semangka sebaiknya dilakukan perlakuan kehusus untuk mempermudah pertumbuhan. Karena kulit bijinya yang sangat tebal maka perlu dilakukan peretakan biji atau mengurangi ketebalan kulit, dengan cara di amplas atau di potong ujungnya biji semangka tersebut dengan pemotong kuku.












Saturday, May 18, 2013

TIPS SUKSES BUDIDAYA LOMBOK

Pengolahan Tanah

Tujuan : memperoleh media tumbuh yang subur, gembur, serasi cukup, tidak becek, bebas hama penyakit.
Hal ini di pengaruhi oleh :

  1. Jenis tanah : Sawah, tegal, pekarangan.
  2. Jenis tanah : Tanah liat, pasir, berdebu.
  3. Setruktur tanah : ramah, liat.
  4. Ketersediaan bahan organik dalam tanah : sering di beri pupuk kandang, sering di beri pupuk hijau, serasah tanaman yang di tinggalkan.
  5. Musim pada waktu pengolahan tanah : musim hujan, musim kemarau.
  6. Tingkat draenage tanah : kemiringan tanah, selalu mendapat aliran dari bagian atas, sulitnya pembuangan air.
  7. Jenis alat yang di gunakan : hand traktor, traktor rotari, cangkul, garpu, bajak/garu.
  8. Tingkat keterampilan : perencanaan pengolahan tanah, tahu maksud dan tujuan pengolahan tanah dan jenis tanaman yang akan di tanam, tingkat pengalaman tenaga kerja.

Persiapan Pengolahan Tanah

  1. Pembersihan sisa tanaman.
  2. Pembajakan, Pencangkulan : 1. Pembukaan tanah total di bajak atau di cangkul 2. Kedalaman lebih 25 cm, 3. Tujuan membalik tanah, 4. Mendapatkan bongkahan tanah, 5. Mematikan gulma, 6. Mendapatkan sinar matahari, 7. Menghilangkan zat-zat yang merugikan.
  3. Membajak pencangkulan II penggarun,
  4. Pembuatan got dan lakaran bedeng, untuk tanah becek got di buat sebelum pembajakan 1 & II.
  5. Penaburan pupuk: 1. pupuk kandang 20-30 ton/ha 2. pupuk kimia TSP 400-500 kg/ha, Urea 200-250 kg/ha, ZA 600kg/ha, Kcl 300-400 kg/ha. 3. Kapur pertanian 1 ton kapur setiap menaikan 1 pH/ha. 4. Insectisida Carbofuran 40 kg/ha.
  6. Bedeng di kecroh, di aduk sehingga pupuk, kapur dan carbofuran. Masuk dan bercampur dengan tanah dan bedengan dihaluskan.
  7. Tutup calon bedeng tersebut dari parit bedeng sehingga bedeng dapat tinggi dan paritpun dalam, tinggi bedeng 30-40 cm.
  8. Dengan penutupan bedeng ini berarti semua pupuk tercampur rata dalam tanah sedang tanah dalam permukaan bedeng tidak perlu mengandung pupuk karena penyebaran akar adalah 5 cm di bawah permukaan sampai kedalaman 50 cm.
  9. Lapisan luar bedeng sampai penutup diharapkan yang halus karena merupakan tempat melekatnya Mulsa PHP.
  10. Pemasangan MPHP dengan menggunakan klip dari bilahan bambu di usahakan pada trik matahari agar bisa kuat dan kencang.
  11. Biarkan 2-3 hari agar kondisi bedeng menjadi baik dan pupuk sudah terurai.
  12. Lubangi plastik dengan jarak tanam 70 x 70 cm.
  13. Lubangi tanah.
  14. Bedengan siap tanam.

Benih Dan Bibit

  • Benih
Terdapat beberapa macam benih, yaitu : Lokal (open), benih unggul (open), benih unggul (hybrida).
Benih hybrida merupakan hasil persilangan dari sifat-sifat unggul yang dimiliki beberapa varietas yang di kerjakan oleh peneliti maupun breeder/perusahaan. Tujuan untuk memperoleh tanaman baru yang :
  1. Tinggi mutunya
  2. Seragam pertanaman dan buahnya
  3. Sesuai tingkat kepedasannya
  4. Tahan lama setelah di panen
  5. Tahan hama dan penyakit, dll.
Untuk mendapatkan benih hybrida dibutuhkan biaya riset yang mahal dan memakan waktu yang lama.
Benih hybrida atau (f1) yang telah memiliki keunggulan tertentu tidak di anjurkan turunannya (f2) dan seterusnya (sebagai keturunan dari hybrida) untuk di tanam, karna akan mengalami penurunan genetik sehingga tidak seunggul induknya (f1-nya) hal ini justru akan merugikan petani.
Pemakaian benih hybrida akan lebih menguntungkan dibandingkan benih lokal walaupun harga benih mahal, sebab hasil yang akan di dapatkan sudah bisa diperkirakan secara kualitas apabila dibudidayakan secara benar.
  • Bibit
Bibit adalah tanaman muda yang di harapkan jadi tanaman yang produktif, maka pembibitan harus dilakukan sebaik-baiknya agar diperoleh bibit yang baik

Persemaian

  1. Dipilih dari benih yang baik (unggul)
  2. Penentuan jenis yang tepat/cocok dengan agroklimat dan pasar.
  3. Pembibitan dikerjakan setelah pengolahan tanah selesai 70%.
  4. Dipersiapkan polybag dan tempat pembibitan.
  5. Dipersiapkan media semai : Tanah, Pupuk kandang, kuntan, NPK, :2:1:1:0,2%
  6. Benih dapat di semai di box kemudian setelah tumbuh dipindah ke polybag.
  7. Atau benih di semai di polybag dengan ukuran 8x12 cm.
  8. Sebelum disemai benih dapat direndam dulu pada air hangat 40 drajat C selama 4-5 jam. Hal ini akan mempercepat pertumbuhan.
  9. Benih akan tumbuh selama 8-11 hari.
  10. Perawatan benih : 1. Pengairan/ disiram sesuai keadaan. 2. Spray dengan Antracol taaran 1/ 2 dosis untuk mengantisipasi penyakit dumping off.3. Spray dengan insektisida (curacron, lnanate, decis, marshal, dll) takeran 1/2 dosis untuk serangan serangga.
  11. Bibit siap tanam umur 23-25 hari atau berdaun 4-5.

Penanaman :

Diharapkan bibit telah siap tanam saat pengolahan tanah selesai, maka harus diperhitungkan : luas tanah, jumlah tenaga yang tersedia, dan umur bibit, sehingga ketetapan tanam dapat tercapai.
Bibit yang terlambat ditanam akan mengurangi masa juvenil ( masa pertumbuhan vegetatif). Bibit yang sudah siap sedangkan tanah belum selesai di olah mengakibatkan pengolahan tanah menjadi tergesa-gesa. Pengolahan tanah tidak baik berpengaruh buruk terhadap pertanaman dan ini sulit untuk diperbaiki lagi.
Hal-hal yang perlu di kerjakan :
  1. Bentuk pola pada bedeng dengan ukuran 70x70 cm.
  2. Lubangi mulsa php dengan alat pelubang khusus.
  3. Lubangi tanah sedalam tinggi pot bibit.
  4. Taruh bibit pada kotak, teratur dengan diecer pada tiap lobang.
  5. Buang polybag (media jangan sampai pecah) dan tanam pada lobang.
  6. Leher akar tepat pada permukaan tanah.
  7. Tutup lubang dengan tanah yang gembur agar akar mudah tumbuh.
  8. Siram tanaman baru tersebut dengan air.
  9. Cek tanaman baru setelah di siram, karena posisi tanaman bisa berubah.

Pemeliharaan :

  • Penyiraman :

    1. Untuk bibit yang baru saja di tanam perlu disiram apabila tidak turun hujan, karena akar masih pendek dan berada pada permukaan bedeng.
    2. Apabila bedeng masih basah tidak perlu dilep, tetapi pengulangan penyiraman masih dilakukan sampai pembentukan cabang.
    3. Pada waktu cabang mulai terbentuk akar sudah sepanjang 15-20 cm, maka apabila bedengan kering tidak lagi di siram dari lubang, tetapi di lep lewat parit.
    4. Ketinggian air lep separuh tinggi bedeng, dibiarkan sesaat sampai air meresap.
    5. Setelah meresap air segera di buang jangan sampai ada yang menggenang.
    6. Air yang tertinggal di bedeng sedikit demi sedikit akan terjangkau oleh akar.
    7. Semakin besar batang lombok, perakaran semakin banyak dan panjangnya mencapai 50 cm, maka pengairan semakin berkurang.
  • Perempelan/rompes :

    1. Pada batang pokok diketiak daun akan tumbuh tunas-tunas muda.
    2. Tunas-tunas tersebut apabila dibiarkan akan mengganggu pertumbuhan tanaman, batang kecil percabangan berkurang, produksi berkurang, tanaman terlalu rimbun, penyakit mudah busuk.
    3. Tunas-tunas muda tersebut harus segera di rempel/rompes.
    4. Perempelan di ulangi manakala bekas rempelan tersebut tumbuh tunas lagi.
  • Penyulaman :

    1. Setelah tanam perlu diek keliling, untuk mengetahui tanaman yang mati.
    2. Biasanya bibit yang rusak, media yang pecah penanaman yang salah  akan mati dalam tempo 3-7 hari, untuk itu penyulaman harus segera dilakukan supaya tanaman sulaman tidak kalah bersaing dengan tanaman yang lain.
    3. Bibit sulaman adalah berasal dari bibit cadangan yang umurnya sama dengan bibit yang di tanam.
    4. Guna memacu pertumbuhan maka pupuk susulan terutama NPK cair segera diberikan dosis 0,2 %.
     
  • Pengajiran :

    1. Ajir dipasang dengan tujuan supaya tanaman setelah besar tidak rebah.
    2. Pemasangan ajir lebih awal setelah tanam lebih baik, supaya tidak merusak akar.
    3. Setelah tanaman berdaun 10-11 mulai pembentukan cabang "V" maka batang ditali dengan ajir dengan rafia membentuk angka 8.
    4. Panjang ajir 130 cm, masuk tanah 20 cm.
    5. Antara ajir satu sama yang lainya dipasang palang dan di ikat, untuk menguatkan cabang dan ranting-ranting bila tanaman telah dewasa karena banyaknya buah kadang-kadang cabang bisa patah.
    6. Mutu ajir yang baik akan awet dan dapat digunakan berkali-kali pertanaman (hemat biaya).
     
  • Pemupukan :

    Dengan pemakaian mulsa php maka hampir semua pupuk diberikan pada pengolahan tanah. Lagipula tidak mudah hilang karena larut atau menguap. Jadi tersimpan dan dapat diserap tanaman secara optimal.
    Namun untuk memacu pertumbuhan dapat dilakukan pemberian pupuk tambahan berupa :
    - Pupuk daun (pupuk pelengkap cair)
    - NPK yang di cairkan 0,2 %/liter air disiramkan pada lubang tanaman.
    - Interval sesuai kondisi tanaman.
     
  • Pengendalian Gulma :

    Walaupun telah memakai mulsa plastik php namun perlu penyiangan terutama membersihkan rumput yang masih tumbuh dilubang plastik pada pangkal batang, jangan terlambat sebab akar rumput akan membelit akar lombok dan bila dicabut akan memutus akar lombok.
    Membersihkan rumput diparit, pematang atau rumput-rumput yang tumbuh dalam lahan. Sanitasi akan sangat berfaedah bagi kesehatan tanaman dan unsur hara tidak dimakan gulma. Lahan yang kotor akan memudahkan berkembangnya hama pnyakit. rumput harus dibuang jauh dari lahan, agar tidak busuk dilahan.

     
  • Pengendalian hama/penyakit :

    Hama dan penyakit merupakan penyebab utama kerusakan tanaman, daun, bunga dan buah. Akibat serangan hama dan penyakit tanaman dapat gagal, mendapatkan rugi besar. Serangan hama dan penyakit tersebut karena dorongan dari faktor-faktor misalnya :
    1. Tingkat resistensi tanaman.
    2. Syarat-syarat lahan yang baik tidak terpenuhi.
    3. Pengolahan lahan yang tidak sempurna.
    4. Pupuk kandang yang tidak baik (belum jadi).
    5. Pengairan yang tidak baik.
    6. Cara kerja yang salah dsb.
     



Saturday, May 11, 2013

ROTASI PERGILIRAN TANAMAN

Rotasi tanaman merupakan salah satu penerapan prinsip alam yaitu selalu membuat keanekaragaman. Untuk itu kita mengusahakan dalam satu lahan terdapat berbagai macam tanaman.
Adapun tanaman di golongkan menjadi :
Leaf : Tanaman yang di tanam untuk diambil daunnya
Fruit : Tanaman yang di tanam untuk diambil biji/buahnya
Root : Tanaman yang di tanam untuk di ambil akar/umbinya
Legume : Tanaman dari jenis leguminseae/kacang-kacangan

Sekema Rotasi Tanaman :

 

Tumpang Sari

Salah satu cara mewujudkan keanekaragaman dalam bercook tanam adalah dengan sistem tumpangsari yang merupakan cara berocok tanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu bedengan yang tidak saling merugikan.

Manfaat Melaksanakan Penanaman dengan Tumpangsari :

  1. Mengurangi erosi sebab tanah selalu tertutup oleh tanaman.
  2. Lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan lahan, air, unsur hara dan cahaya matahari.
  3. Total produksi lebih besar persatuan lahan dan tenaga kerja.
  4. Menambah variasi produksi.
  5. Mengurangi tingkat kegagalan tanaman karena mampu menekan hama penyakit dan gulma.
  6. Melakukan pergiliran dengan menggunakan legume dapat menambah unsur hara (terutama N).

Faktor tanaman yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan tumpangsari :

  1. Luas kanopi/tajuk tanaman, luas perakaran, kedalaman perakaran, tinggi tanaman dan umur tanaman.
  2. Toleransi sinar matahari.
  3. Kebutuhan unsur hara tanaman.
  4. Kepekaan tanaman terhadap pH tanah.

Beberapa Sistem Tumpangsari :

Ada beberapa cara tumpang sari yaitu :
  • Repplent
Menanam dua jenis tanaman yang salah satunya merupakan tanaman pengusir hama, misal : kemangi, pagetes, bawang daun, seledri, dll.
  • Kompanien
Menanam dua jenis tanaman yang tidak saling merugikan, waktu tanaman bersamaan. Tanaman tidak boleh sama umur dan tidak satu family. Misalkan :
  1. Tidak ada perbuatan unsur hara : wortel dengan bawang daun
  2. Tidak ada perebutan cahaya : Jagung dengan pak coy
  3. Saling memanfaatkan : pupuk hijau dengan jagung
  4. Saling menguntungkan : salah satu sebagai pengusir hama; selada dengan ketumbar, bawang daun dengan wortel.
  • Tumpang sari campuran (Mixed Intercropping)
Menanam segala jenis tanaman di dalam satu lahan tanpa memperhatikan hal apapun, benih langsung di tabur begitu saja, dalam pemeliharaannya pun tidak terlalu memerlukan perawatan yang intensif.
  • Tumpang sari Tarikan (Row Intercropping)
Menanam dua jenis atau lebih tanaman yang berbeda jenis pada saat yang sama dalam bedengan atau lahan yang sama.
  • Tumpang sari dalam barisan-barisan (Strip Intercropping)
Menanam satu jenis tanaman dalam beberapa baris kemudian dilanjutkan dengan beberapa baris tanaman yang berbeda jenis. Contoh : Menanam 4 baris jagung kemudian 2 baris kacang-kacangan, dan seterusnya.
  • Tumpangsari Lorongan (Alley Cropping)
 Tujuan / keuntungan :
  1. Mengurangi erosi.
  2. Menambah kandungan nitrogen dalam tanah.
  3. Menambah bahan pakan ternak.
  4. Sebagai sumber kayu bakar.
  5. Sebagai penambah kelembaban tanah.
  6. Sebagai penahan angin.
Tumpangsari Lorong yaitu menanam tanaman pangan yang disela dengan tanaman jenis pohon-pohonan atau dapat pula berupa pupuk hijau. Cara menanamnya 1 baris pohon dan 4 baris tanaman pangan, dan seterusnya, sampai seluruh lahan tertanami. Cara ini dapat menghindarkan tanaman pangan dari kekurangan air, dan akar pohon membantu membawa makanan (hara) dan air dari tanah bagian dalam ke atas. Tanaman pohon yang digunakan dapat berupa tanamn pupuk hijau, Seperti jenis kacang-kaangan yang dapat membantu menyuplai kebutuhan Nitrogen bagi bagi tanaman pokok/pangan. Tanaman penghasil Nitrogen tersebut diantaranya kacang gudhe (Cajanus cajan), Gamal (Gliricidia sepium), Lamtorogung (Leucaena calothyrsus), Flamengia sp, dan masih banyak lagi. Bila tanaman sela ini sudah cukup tinggi dapat dipotong 1/2-1 m dapat digunakan sebagai pupuk hijau, mulsa, kayu bakar, dll.


Saturday, May 4, 2013

MANFAAT PENGUKURAN pH TANAH BIDANG PERTANIAN

Keadaan pH tanah dapat diketahui dengan berbagai cara, yaitu dari keadaan tanah dan bau tanah tersebut, tetapi cara tersebut sukar untuk dilakukan dan derajat pH tidak dapat diketahui secara pasti, cara lain adalah dengan menggunakan alat bantu. Di Bidang Pertanian untuk mengetahui pH tanah menggunakan pH meter dan kertas lakmus.

Tujuan Pengukuran pH Tanah :

  1. Menentukan kebutuhan kapur
  2. Menyesuaikan keadaan pH tanah dengan tanaman yang akan di tanam
Penaburan kapur pada daya serap tanah terhadap unsur hara, tetapi apabila penaburan kapur melebihi yang dibutuhkan, maka tanah akan kekurangan unsur Mn, untuk itu perlu dilakukan pengukuran pH agar diketahui dosis kapur yang akan di gunakan.


Cara penggunaan pH meter :

  1. Jarum penunjuk berada diposisi 7, bersihkan bagian ujung alat ini jangan sampai ada kotoran menempel karena dapat mempengaruhi hasil pengukuran.
  2. Gemburkan tanah yang akan di ukur pH-nya, kemudian siram dengan air, sampai kadar airnya mencapai 60%, padatkan kembali.
  3. Tusukan alat tersebut, padatkan tanah di sekitarnya.
  4. Setelah satu menit baca nomor petunjuk ketinggian pH.
Catatan :
Dalam satu lahan sebaiknya dilakukan pengukuran pH di beberapa tempat, Seperti tampak pada gambar.

Cara Penggunaan Kertas Lakmus 

  1. Ambil tanah dari tempat yang berbeda, kemudian bersihkan dari krikil-krikil, dan kotoran lainnya.
  2. Masukan ke tempat penampungan kemudian campur air yang pH-nya netral, dapat pula digunakan air sulingan, kemudian kocok hingga tercampur seluruhnya, saring dengan kertas penyaring.
  3. Masukan kertas Lakmus kedalam larutan. Cocokan hasil pengukuran dengan daftar warna kesamaan.
Jumlah kebutuhan kapur untuk penetralan tanah dapat diketahui dari sifat tanahnya.
Contoh pengambilan tanah untuk pengukuran pH tanah dalam satu lahan :
Selamat mencoba dan sukses selalu amin..
 
 



Saturday, April 20, 2013

CARA PERSEMAIAN DAPOK

Persemaian padi sistem dapok adalah menyemai padi dengan media kuntan.
Keuntungannya adalah:
  1. Waktu yang dibutuhkan lebih pendek
  2. Mudah dalam pemeliharaan selama pembibitan
  3. Memudahkan pada waktu pindah tanam
Bahan-bahan :
  1. Benih padi yang sudah dikecambah (Untuk 1000 m persegi benih yang dibutuhkan 3-3,5 kg)
  2. Kuntan
  3. Plastik penutup
  4. Pelepah pisang (dipotong memanjang dengan lebar 3 cm)
  5. Pasak dari bambu
  6. Bambu
  7. Koran (secukupnya)
Cara pembuatan :
  1.  Buatlah bedengan yang ukuranya disesuaikan dengan jumlah benih yang akan di semai (1 m persegi 1 kg benih), dan ditambah 20 c. Dari ukuran sebenarnya untuk mencegah kelebihan air di permukaan bedengan. Di sekeliling bedengan dibuat parit dan juga saluran pemasukan dan pengeluaran air. Permukaan bedengan diratakan jangan sampai ada tanah yang menggupal karena hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan benih.
  2. Pasang koran di sepanjang permukaan bedengan untuk menjaga supaya akar tidak tembus ke dalam tanah (2-3 lapisan). Jangan sampai ada udara di bawah lapisan koran.
  3. Pasang pelapah pisang 10 cm dari tepi bedengan ditancapkan dengan menggunakan pasak bambu, di sekeliling bedengan.
  4. Taburkan kuntan dengan ketebalan kurang lebih 1 cm. Secara merata. Lapisan kuntan jangan terlalu tebal ataupun tipis karena akan mempersulit pengambilan bibit pada waktu pindah tanam.
  5. Taburkan benih secara merata.
  6. Taburkan kuntan sampai benih padi tidak terlihat. Ketebalan kuntan dapat mempengaruhi pertumbuhan benih.
  7. Pasang sungkup/pelindung untuk menghindari hujan dan sinar matahari langsung. Masukan air sampai batas permukaan bedengan.
Catatan :
  1. Untuk penutup benih sebaiknya gunakan kuntan yang yang telah dikeringkan.
  2. Untuk pengairan lakukan hal sebagai berikut : Air dialirkan melalui saluran pemasukan ke tempat persemaian sampai permukaan bedengan kemudian tutup, biarkan air meresap/menyusut sendiri. Pengairan sebaiknya dilakukan pagi hari. Apabila musim kemarau pengairan dilakukan 2 kali sehari atau dilihat dari kondisi persemaian.
  3. Pertumbuhan benih harus selalu diawasi. Pada pagi hari, embun yang menempel di daun harus dibuang, karena dapat mempengaruhi penguapan pada daun.
  4. Bibit siap di pindah setelah berumur 13-15 hari, atau setelah berdaun 3-5 (tinggi 10-12 cm.)
  5. Pada waktu pindah tanam, benih dapat di gulung untuk memudahkan membawanya, 
 

Saturday, April 13, 2013

PENGERTIAN MULSA

Mulsa adalah bahan seperti jerami (tahi gergaji ataupu dedaunan,dsb) yang di sebarkan ke permukaan tanah untuk melindungi akar tanaman dari pengaruh air hujan atau pemadatan tanah, dsb.
Dan ada juga mulsa plastik yang ada di toko-toko pertanian.

Fungsi Mulsa

  1. Mengurangi pertumbuhan gulma
  2. Menjaga kelembaban
  3. Mengurangi penguapan (pada musim kemarau)
  4. Mengurangi erosi (pada musim penghujan)
  5. Mengurangi pemadatan tanah yang bisa terjadi akibat hujan atau penyiraman
  6. Menambah unsur hara dan menjaga dari pencucian dan penghanyutan yang diakibatkan oleh air hujan.
  7. Menjadi sumber bunga tanah/humus
Cara penggunaannya, bahan-bahan mulsa cukup dihamparkan di sekeliling tanaman.
Pengaruh Cuaca pada tanah yang tidak dimulsa:

Saturday, March 23, 2013

TIPS SUKSES BUDIDAYA MELON

Buah melon memang sangat di sukai oleh masyarakat Indonesia, jadi peluang besar bagi sahabat tani yang mau memulai usaha budidaya melon tersebut.
Jika Sahabat Tani ingin memulai usaha di bidang budidaya melon, sahabat tani harus tau tips-tips yang harus dilakukan sebelum memulai budidaya melon. Sekarang Bidang Pertanian akan membuka lebar tentang Tips sukses budidaya melon:

Syarat Tumbuh Melon

Pertama Sahabat Tani harus tau syarat-syarat tumbuhnya melon. Sebelum memulai Budidaya melon Anda harus tau Syarat-syaratnya dulu, karena melon tidak bagus di berbagai daerah, apakah daerah Anda cocok untuk untuk menanam melon atau sebaliknya? Jika Anda sudah mengetahui apakah bisa atau tidak di daerah Anda untuk budidaya melon. Anda sebaiknya  bisa memulainya dengan sekala kecil jangan langsung sekala besar jika Anda seorang pemula.

Pengolahan Tanah

Kedua Anda juga harus tau bagaimana cara pengolahan tanah yang baik untuk budidaya melon, Karena semua tanaman pasti berbeda-beda cara pengolahan tanahnya, kadar PH yang bagus untuk tanaman melon berapa, cara perawatan tanah yang bagus buat melon bagaimana, dll.

Persemaian

Ke tiga Anda harus mengetahui cara menyemai yang baik, Karena faktor kesuksesan budidaya  melon dari penyemaian jika penyemaian bagus kemungkinan budidaya melon akan berhasil alias sukses. 

Penanaman

Ke emat anda harus tau caranya penanaman yang baik untuk budidaya melon, karena melon perlu perlakuan khusus berbeda dengan tanaman lainnya. Jadi Anda harus mengetahui cara penanaman melon yang baik sebelum anda memulai usaha budidaya melon

Pemeliharaan

Ke lima Anda harus tau tentang bagaimana cara pemeliharaan melon yang baik, karena Melon ada perlakuan khusus dalam pemeliharaannya berbeda dengan tanaman yang lainnya. sebenarnya budidaya melon sangat gampang Jika Anda benar-benar menguasai Syarat-syaratnya,

Pengendalian Hama atau Penyakit

Yang ke enam ini adalah yang paling di takuti oleh para tani semuanya yaitu hama yang membuat kita gagal meraih kesuksesan budidaya melon tersebut. Karena itu Sahabat Tani sebelum memulai budidaya melon sebaiknya Anda harus mengetahui cara pengendalian hama/penyakit melon.

Gali Informasi

Nah yang ke tujuh ini selalu perlu dan takakan habisnya yaitu mengali informasi/pengetahuan tentang budidaya melon, Anda jangan malu bertanya pada orang yang sudah duluan di bidang budidaya melon. Atau Anda bisa cari informasinya lewat media sosial, Dan seperti yang Anda lakukan sekarang.

Berdoa 

Dan yang terakhir ini Anda jangan lupa untuk selalu berdoa karena kita cuma berusaha yang menciptakan semuannya adalah sang maha pencipta.

Go Sukses

Jika anda sudah memenuhi syarat-syarat yang di atas Insa Allah anda akan sukses budidaya melon, Selamat mencoba dan sukses selalu amin....

Saturday, March 2, 2013

JENIS JENIS TANAMAN PUPUK HIJAU

  • Pueraria Javanica
Tanaman ini asli Indonesia. Untuk menahan erosi, makanan ternak, mulsa tidak tahan pemangkasan yang sering, tumbuh lambat.
  • Calopogonium Muconoides
Dapat hidup 300-1000 m dpl, perbanyakan dapat dengan stek, 5 bulan setelah tanam dapat menutup tanah setebal 30-50 cm, umur 4-5 bulan hasil biomas dapat digunakan pula untuk makanan ternak.
  • Centrosema Pubesen
Dapat hidup pada 250-1000 m dpl, umur 6-10 bulan, setelah 4-6 bulan dapat menutup tanah setebal 30 cm. Agak memanjat, tahan pada musim kemarau.
  • Theprosia Vegelii/Candida
Hidup sampai ketinggian 1600 m dpl, daun beracun tinggi 1,5-2,5 tahan pangkas. (2-3 kali setahun)

Manfaat Larutn Tunas Tomat

Larutan tunas tanaman tomat ini berfungsi sebagai hormon perangsang pertumbuhan tanaman.
Bahan-Bahan :
  • Tunas tomat yang sehat dan masih lunak.
  • Gula (apabila menggunakan gula pasir maka pemakaiannya 10-20 % dari berat tunas tomat, apabila menggunakan gula merah maka pemakaiannya 30-40 %).
Cara Pembuatan :
  1. Tunas tomat dipotong-potong dengan ukuran 3 cm.
  2. Masukan ke dalam wadah lalu taburkan gula, kemudian tutup rapat.
  3. Setelah 3-5 hari tunas tomat akan mencair, dan baunya akan harum.
  4. Tambahkan air sampai permukaan tunas tomat, dibiarkan lagi kurang lebih 4-5 hari dan larutan tersebut siap digunakan.
Cara Penggunaan :
  1. Digunakan dengan perbandingan, larutan : air = 1 : 5 sampai 1 : 10 semprotkan langsung pada tanaman (sebaiknya disemprotkan pada tanaman sejenis). Diberikan sesuai dengan kebutuhan, tetapi secara rutin setiap 1 minggu. Kelemahan larutan ini adalah hanya dapat di simpan maksimal selama 10 hari.
  2. Larutan sejenis ini dapat pula dihasilkan dari tanaman lainnya, tetapi yang batang tulangnya tidak keras seperti timun, pare, dll. Dapat pula dikombinasikan, misalnya tunas tomat di campur dengan tunas timun atau lainnya, dapat pula dengan tanaman apotek hidup.
Contoh Gambaran Sederhana Pembuatan Larutan Tunas Tomat :

Selamat mencoba dan Sukses selalu amin....

    Saturday, February 23, 2013

    CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK

    Pupuk organik terbagi dua, ada pupuk organik cair dan pupuk organik kering.
    Dan berbagai macam bahan-bahan untuk membuat pupuk organik dia antaranya sebagai berikut:

    Pemanfaatan Sampah dafur

    Sampah dapur apabila diolah kembali dapat pula dimanfaatkan. Berikut adalah salah satu cara memanfaatkan sampah dapur untuk pupuk.
    Bahan-bahan :
    1. Sampah dapur yang telah dipisahkan dari bahan-bahan keras seperti logam, plastik, kertas, karet, abu rokok, abu kayu serta tidak banyak mengandung air.
    2. EM4 bokashi : Cara pembuatan EM4 dan cara pembuatan Bokashi.
    3. Drum (dari bahan plastik) atau kantong plastik
    Cara pembuatan :
    Masukan sampah dapur dan EM4 bokashi sedikit demi sedikit sambil di aduk sampai drum atau kantong plastik penuh. Kemudian padatkan, dan tutup rapat, jangan sampai ada udara masuk. Simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah 2 minggu sampah dapur telah menjadi kompos dan dapat dipergunakan sebagai pupuk.
    Catatan :
    1. Apabila sampah dari bahan berserat khusunya daging, taburkan EM4 bokashi lebih banyak untuk mempercepat proses pelapukannya.
    2. Apabila terdapat sampah yang ukuranya besar sebaiknya dipotong-potong terlebih dahulu.
    3. Apabila dalam satu hari drumnya tidak dapat terisi penuh, dapat di isi kembali pada hari berikutnya dan disimpan selama 2 minggu dari saat pengisian terakhir.
    4. Batas pemakaian selama 3 hari.
    Tanda-tanda sampah dapur yang telah menjadi kompos :
    1. Baunya agak asam
    2. Pada permukaannya tumbuh jamur yang telah berwarna putih.
    Tanda-tanda kompos dapur yang gagal :
    1. Baunya menusuk
    2. Adanya ulat
    3. Tumbuh jamur yang berwarna.
    Cara penggunaan :
    1. Digunakan sebagai pupuk dasar, diberikan 1 minggu sebelum tanam
    2. Air yang dihasilkan dari proses pelapukannya dapat di siramkan pada tanaman. Untuk akar 5 cc/1 liter, untuk daun 1-3 cc/liter.

    Pupuk Hijau

    Pupuk hijau adalah jenis tanaman yang dapat menyediakan atau meningkatkan tersedianya zat-zat/bahan makanan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang diusahakan. Kebanyakan jenis tanaman yang dipergunakan sebagai pupuk hijau (puih) adalah jenis kacang-kacangan, karena pertumbuhannya cepat sehingga dalam jangka waktu yang pendek jenis tersebut dapat menghasilkan bahan organik yang lebih besar jumlahnya daripada jenis tanaman lainnya.
    Di samping itu jenis kacang-kacangan dapat bersimbiose dengan bakteri Rhizobium, dapat mengikat N bebas dari udara yang ditambahkan ke dalam tanah lewat pembentukan bintil akar. Ada pun jenis tanaman lain yang dapat dijadikan puhi adalah petai cina, kembang sepatu, lamtoro, turi, dll.

    Keuntungan Memberikan Pupuk Hijau (PUHI)

    • Mensuplay Bahan Organik
    Jerami dan puhi sangat baik untuk mempertahankan humas tanah, memperbaiki struktur tanah dan mengikat kadar lengas tanah dan meningkatkan jumlah cacing tanah dan jasad tanah, karena puhi juga sebagai sumber makanan jasad tersebut.
    • Penambahan Unsur N
    Bila puhi yang dibenamkan dari tanaman Legume, sedang bintil akar dalam keadaan aktif, maka jumlah N dalam tanah dapat meningkat. Kadar BO juga turut meningkat karena pembentukan humas dalam tanah ditentukan oleh jumlah N organik yang terdapat dalam bahan itu.
    • Keuntungan Bio Kimia
    Puhi yang dibenamkan akan merangsang perubahan biologi dalam tanah. Kegiatan reaksi biokimia yang demikian adalah penting terutama dalam pembentukan CO2, NH4, NO3, dan juga senyawa sederhana yang lain.
    • Pengawetan dan Ketersediaan Bahan Organik (BO)
    Puhi dapat sebagai penutup tanah (Cover Crop) untuk mengurangi bahaya erosi dan dianjurkan terutama pada tanah gundul atau pada lahan yang akan ditanami tanaman komoditi. Puhi yang daunnya rontok ke permukaan tanah akan memperkaya BO untuk pembentukan Humus/Bunga tanah.
    • Pengaruh Puhi kacang-kacangan Terhadap N Tanah
    Bila puhi dibenamkan dalam tanah, maka ada kemungkinan untuk sementara menaikan N tanah sebanyak N yang diikat seara simbiotik. Kenaikan N organik dapat berarti kenaikan kesuburan tanah dan juga meningkatkan humus.

    Apakah Legume Menaikan Kadar N Tanah?

    Kadar N tanah mungkin naik apabila tanaman lagume dibenamkan, terutama kedalam tanah yang sebelumnya berkadar N rendah. Pada daerah yang terkena erosi dan daerah yang dimiskinkan kesuburannya oleh pengolahan tanah dan pengelolaan tanaman yang buruk, Legume dapat diharapkan menaikan kadar N dan bahan organik tanah tersebut. Bila ditanam bersama rumput, lagume merupakan tanaman yang sangat efektif dalam memperbaiki tanah di atas. Untuk tanaman bukan lagume, tambahan pupuk N sangat diperlukan agar produksi normal dapat diperoleh dan penyaluran bahan organik yang sangat diperlukan dapat terjamin. Penggunaan legume dalam rotasi sangat dianjurkan karena usaha mempertahankan kadar N adalah penting.

    Sifat-Sifat Tanaman Yang Dikehendaki Untuk PUHI

    1. Cepat tumbuh
    2. Bagian atas tanaman banyak dan cepat lapuk (biomas)
    3. Dapat memperbaiki tanah secara ekonomis
    4. Mampu tumbuh di daerah yang miskin
    5. Mampu bertunas kembali setelah dipangkas
    6. Banyak jenisnya yang hidup didataran rendah atau tinggi.

    Tanaman Yang ocok Untuk Dijadikan PUHI

    1. Menjalar : Pueraria javanica, Calopogonium muconoides, Centrosema pubesen, Mimosa inivisa, Indigofera.
    2. Semak : Crotalaria, Theprosia, Gajanus, Flemengia.
    3. Pohon : Sesbaia, Caliandra, Leucasna, Glirisidea

    Penggunahan Puhi dalam Praktek

    Pembenaman puhi sebaiknya beberapa waktu sebelim tanam crop. Hati-hati tanah jangan tersumbat oleh bahan yang tidak dapat lapuk, agar drainase baik.
    Cara memanfaatkan pupuk hijau dengan pembenaman dalam tanah dapat dilakukan dengan tiga cara :
    1. Dicbut kemudian dibenamkan dalam tanah dan tidak  terlalu dalam, kemudian ditimbuni dengan tanah.
    2. Tanaman puhi dicabut lalu dipotong-potong dan disebarkan ke permukaan tanah yang telah dibajak atau cangkul, bisa juga langsung di injek-injek kedalam tanah dan diairi supaya cepat melapuk.
    3. Tanaman puhi dipangkas dan di benamkan ke dalam tanah dan dibenamkan beberapa hari sebelum tanam. Pangkaslah puhi pada akhir pase vegetativ atau menjelang berbunga.
    Beberapa pendekatan penggunaan tanaman pupuk hijau pada tanaman pokok :
    • Sebagai tanaman sela
    Tanaman puhi ditanam di sela-sela tanaman pokok, terutama yang tumbuhnya cepat rimbun/semak (Kaang-kacangan) atau rumput dapat di tanam membentuk garis lurus. Bila tnaman ini tumbuh besar dapat dipotong dan bagian yang ditanam dapat digunakan sebagai mulsa/penutup tanah atau dibenamkan dalam tanah di antara garis tanaman utama.
    • Tumpang Gilir
    Tanaman kacang-kacangan ditanam di antara tanaman pokok yang sudah tumbuh agak besar, pada musim kemarau tanaman susulan ini dapat dipakai sebagai penutup tanah dipendam dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah.
    • Penutup tanah (mulsa) yang hidup
    Tanaman pupuk hijau langsung ditanam, apabila telah tumbuh subur diatasnya bisa ditanami tanaman pangan. Cara mempersiapkan tanahnya yaitu dengan memotong sebagaian tanaman menutup tanah kemudian dibersihkan akar-akarnya, setelah bersih baru ditanami dengan tanaman pangan.

    Tujuan Dan Manfaat

    Tanaman pupuk hijau hidup
    1. Mengemburkan dan menyuburkan tanah
    2. Mencegah erosi
    3. Untuk pagar/Wind Break
    4. Untuk tanaman pelindung
    5. Sebagai mulsa hidup (Leaving Mulh)
    Tanaman Pupuk Hijau Mati
    1. Bahan Mulsa
    2. Bahan Kompos
    3. Makanan ternak
    4. Obat-obatan
    5. Kayu bakar
    6. Bahan bangunan
    Hal-hal yang menarik dari jenis tanaman pupuk hijau
    1. Banyak jenisnya dan dapat hidup pada dataran rendah-tinggi
    2. Mampu tumbuh di tanah miskin/kurus
    3. Tumbuh cepat dan hasil biomas banyak
    4. Mampu bertunas kembali setelah dipangkas.

    Sunday, December 30, 2012

    KESUBURAN DAN KONSERVASI TANAH BIDANG PERTANIAN

    Pengertian Tanah
    Tanah atau soil adalah tubuh alam yang dinamik di permukaan bumi tempat tumbuhan tumbuh, tersusun oleh bahan mineral dan bentuk kehidupan. Disebut dinamik karena tanah selalu berkembag / berubah dari waktu ke waktu. Cakupan seluk beluk tanah sangatlah luas baik fisika tanah, kimia tanah, mikrobiologi tanah, klasifikasi, maupun kesuburan dan pengawetan tanah. Sebagai insan pertanian biasanya kita memandang tanah sebagai alat produksi tanaman karena peranan tanah adalah
    - Tempat tumbuh tanama
    - Tempat penyediaan unsur hara
    - Tempat gudang air tanaman
    - Tempat udara tanah untuk pernafasan akar
    Kesuburan Tanah
    Kesuburan tanah (soil fertilizer) mencakup kesuburan alami dan produktifitas tanah. Kesuburan alami adalah daya kesanggupan alami tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumblah yang cukup dan seimbang. Sedang produktifitas tanah dalam kesanggupan tanah untuk memberikan hasil maksimal dengan menggunakan tehnik managemen yang sebaik-bainya.
    Mempertinggi kesuburan tanah berarti mempertinggi produktifitas dan memelihara kesuburan tanah. Tingkat kesuburan tanah di tentukan oleh keadaan fisika tanah, kimia tanah dan biologis tanah.
    1. Termasuk dalam fisika tanah antara lain: Kedalaman efektif (lapisan tanah dimana perakaran tanaman dapat berkembang secara bebas) tekstur, struktur dan aerasi tanah.
    2. Termasuk kedalam kimia tanah antara lain: Reaksi tanah/PH tanah, unsur hara makro (N,P,K,S) dan unsur hara mikro.
    3. Termasuk kedalam biologi tanah antara lain: Jasad hidup tanah yang membantu penguraian bahan organik melalui mineralisasi, humifikasi, fiksasi.
    Tanah dikatakan subur bila tanah memiliki kedalaman efektif  kurang lebih 150 cm, bertekstur lempung, PH tanah 6,5-7,0 serta mempunyai jasad hidup yang tinggi.
    Pengawetan Dan Kerusakan Tanah
    Pengawetan tanah/konservasi tanah adalah kombinasi semua cara pengelolaan dan penggunaan wilayah yang paling baik untuk menjaga dari pengerusakan oleh faktor alam atau yang dibuat manusia.
    Pengawetan tanah bertujuan menjaga kesuburan tanah, kemampuan tanah dan amat berguna sebagi acuan  perencanaan kebutuhan pupuk dan pemupukan. Pengawetan tanah dilakukan untuk mencegah penghanyutan tanah, oleh sumber air dan cara penggunaan tanah menurut kesanggupan tanahnya. Karena tanah diusakan oleh manusia maka tanah selalu berubah baik kandungan maupun sifat-sifatnya.
    Tanah akan sempurna bilah telah mengalami pelapukan yang sempurna, sehingga funsi tanah sebagai alat produksi semakin baik. Penggunaan tanah yang tidak memperhatikan faktor pembentukannya akan merusak tanah.
    Pengawetan tanah diartikan sebagi usaha untuk mengembangkan dan memelihara sistem penggunaan tanah yang efisien akan menjaga produktifitas dalam jangka waktu yang tidak terbatas (selama mungkin). 


    Friday, December 28, 2012

    PERTANIAN ALAMIAH BIDANG PERTANIAN

    Sebagai akibat perkembangan ekonomi yang demikian pesat, peningkatan kebutuhan hidup rakyat pada umumnya dan para petani pada khususnya, yang hidupnya sangat tergantung pada pemilikan sebidang tanah sebagai warisan dari nenek moyang mereka, maka upaya pengelolaan tanah petani pada umumnya mengikuti berbagai masukan teknologi yang banyak memberikan dampak negatif.

    Kita dapat mengakui bahwa penggunaan obat - obatan dan pupuk kimia serta mesin - mesin berat selama ini telah dapat meningkatkan hasil pertanian, namun hal tersebut mempercepat meluasnya lahan-lahan kritis dan menimbulkan kerugian bagi para petani dan juga bagi masyarakat yang secara tidak langsung memiliki keterikatan pula dengan pertanian dan dapat berpengaruh pula pada kelestarian lingkungan.

    Akan tetapi petani yang sadar terhadap masalah ini, mungkin akan beralih dari pertanian moderen ke pertanian alamiah, atau setidak-tidaknya pemakaian pupuk kimia dan pestisida dapat ditekan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu ekosistem alam dan juga kesehatan petani itu sendiri.

    Pada saat ini di berbagai Negara telah mulai dilaksanakan pertanian dengan sistem alamiah dan telah banyak pula penelitian-penelitian yang mendukung plaksanaannya, serta para konsumen yang dewasa ini lebih mengutamakan mutu daripada kuantitasnya.

    Adapun dampak negatif penggunaan bahan-bahan kimia di antaranya adalah :
    1. Merusak kesehatan petani itu sendiri.
    2. Mengakibatkan hasil produksi yang masih mengandung pestisida.
    3. Merusak tanah karena dosis pupuk yang digunakan melebihi dosis anjuran.
    4. Mengakibatkan kerusakan alam sekitarnya.
     Definisi Pertanian lamiah
    Pertanian alamiah adalah bercocok tanam tanpa menggunakan pupuk dan obat-obatan kimia, melainkan dengan menerapkan teknik pemeliharaan tanaman dengan mempercayakan kesuburan tanah yang telah ada. Yang terpenting dalam melakukan pertanian alamiah adalah memperbaiki kesuburan, dan daya tahan tanah. Pertanian alamiah merupakan usaha bertani di mana kegiatannya berupaya untuk selalu selaras dengan alam, hal tersebut mengingat pada pengalaman cara bercocok tanam nenek moyang kita dahulu, yang dipadukan dengan ilmu dan teknologi moderen.

    Sunday, December 16, 2012

    TEKNIK PERTANIAN ALAMIAH BIDANG PERTANIAN

    Teknik pertanian alamah dilihat dari proses kesuburan tanah yang alamiah, banyak terjadi di daerah gunung, pegunungan, hutan, yang mempunyai kesuburan tanah melalui proses alamiah.
    Mengapa daerah tesebut dapat subur dengan sendirinya :
    1. Karena banyak pohon-pohon dan daun-daun yang gugur di sekitarnya dan menutup tanah dengan sendirinya.
    2. Lama kemudian daun tersebut membusuk dan menjadi humus. Hal ini terjadi karena kerja mikro organisme dan zat pembusuk lainnya. Proses ini terjadi terus menerus yang menjadikan tanah tersebut menjadi subur.
    Hal tersebut dapat kita terapkan dalam melaksanakan pertanian alamiah.

    Siklus Penguraian Bahan Organik
    Contoh gambarannya. Maaf sebelumnya jika gambarnya jelek, tapi yang penting bisa di mengerti maksud dan tujuannya.
    Apabila kita telah kembali, adanya pegunungan berbagai macam bahan-bahan kimia untuk meningkatkan Kuantitas hasil pertanian, maka siklus di atas tidak dapat terjadi secara sempurna, sehingga akan mengacau timbulnya kerusakan alam yang tidak dapat dihindarkan.
    Zat Hara Dan Pupuk
    Tanaman membutuhkan unsur-unsur hara dengan susunan dan perbandingan tertentu dalam proses pertumbuhan dan produksinya. Dalam hal ini pupuk dasar sebagai penyedia dan pengganti unsur hara tersebut, dengan tetap mempertimbangkan unsur hara tanah.
    Pemberian pupuk yang paling penting adalah pada saat setelah panen, karena pada masa pembungaan dan pembuahan, banyak sekali unsur-unsur hara di dalam media tanah yang terserap oleh tanaman. Untuk mengganti unsur-unsur hara yang telah habis terpakai oleh tanaman inilah pemupukan tanaman yang tepat perlu dilakukan. Pemupukan yang benar dapat diartikan dengan pemupukan yang seimbang unsur-unsurnya. Pupuk diberikan dengan jumlah cukup, sesuai dengan dosis atau sesuai dengan gejala kekurangan unsur yang ditunjukan tanaman pada suatu saat.

    Saturday, December 15, 2012

    PENYAKIT HAMA BIDANG PERTANIAN

    Mengenal Penyakit dan hama

    Halo sahabat tani kali ini saya akan menjelaskan tentang penyakit hama tumbuhan, langsung saja sahabat tani kita ke tujuan utama kita.
    Sahabat tani mungkin sering mendengar atau sering merasakan bahwa tanaman - tanaman sering terserang penyakit hama, karena jika tanaman kita terserang penyakit hama kemungkinan besar akan menimbulkan kerugian yang besar terhadap sahabat tani semua. Maka dari itu sahabat tani perlu mengetahui jenis penyakit hama dan cara pengendalian hama dan penyakit tersebut.
    Tanaman melon tidak terlepas dengan kata Hama dan Penyakit, Sekarang sahabat tani akan menyebutkan satu persatu hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman melon di antaranya :
    • Kutu daun
    Kutu daun ini menghisap cairan daun sehingga menghambat pertumbuhan tanaman melon sahabat tani, hama ini alias kutu daun bisa menyebarkan penyakit virus yang sangat membahayakan tanaman melon sahabat tani semua, jadi kita harus tau bagaimana cara pengendalian hama kutu daun tersebut. Nah jika tanaman melon sahabat tani semua terserang hama ini alias si kutu daun maka pengendaliannya dengan : Marshal, curacron atau insectisida yang lain.
    • Ulat daun dan ulat buah
    Nah sahabat tani kalau hama ini biasanya memakan daun dan kulit buah melon tersebut sehingga buah melon sahabat tani semua cacat/berlubang dan kualitas buahnya kurang baik. Nah cara pengendalian hama tersebut dengan menggunakan : tribon, ketindo, estap atau insektisida yang lain.
    • Lalat buah
    Hama ini alias si lalat buah biasanya menyerang buah dengan menusuk buah sehingga buah cacat dan busuk sahabat tani. Lalat ini menyerang buah pada saat masih muda/atau setelah gantung buah.
    Nah jika tanaman melon sahabat tani semua terserang hama lalat buah maka pengendaliannya dengan menggunakan obat furadan di tabur di atas mulsa, disepray dengan rizotin atau insektisida yang lain.
    Nah sekarang penyakit yang suka menyerang tanaman melon diantaranya yaitu :
    • Karat daun
    Penyakit karat daun yaitu cendawan yang menyerang daun, yang mula-mula daun terdapat bercak ke kuning-kuningan dan meluas sehingga menjadi kecoklatan warna daunya.
    Nah cara pengendaliannya dengan menggunakan fungisida seperti : Dithane M45, daconil, ridomil MZ, rovral atau fungisida yang lain.
    • Penyakit Embun Tepung
    Biasanya penyakit ini menyerang permukaan daun yang terdapat trotol-trotol putih seperti taburan tepung, lama-lama menjadi kering daunya.
    Cara pengendaliannya dengan menggunakan : Morestan dan rubigan.
    • Penyakit layu
    Penyakit layu juga sering menyerang tanaman melon yang di sebabkan bakteri dan cendawan.
    Penanggulangannya dengan melakukan : Persiapan lahan yang baik, pemakain pupuk kandang yang sudah jadi, dan pemakaian dolomit seperti anjuran atau dikocor dengan bactochyn pada lubang tanaman, sebelum tanaman di tanam.
    Sekian dulu sahabat tani, jadi jangan takut untuk budidaya tanaman melon, jika sahabat tani belum tau cara budidaya tanaman melon pelajari dahulu tentang cara budidaya tanaman melon.

    Friday, December 14, 2012

    UNSUR HARA BIDANG PERTANIAN

    Tanaman membutuhkan berbagai unsur hara untuk pertumbuhannya, yaitu unsur kimia mikro ( N, P, K, Ca, S dan Mg ) dan unsur hara mikro ( Fe, Mn, Cu, Zn, dan B ). Bila terjadi kekurangan salah satu unsur hara tersebut, maka tanaman tidak akan sempurna pertumbuhannya. Semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman itu disebut unsur hara esensial, karena tidak dapat diganti oleh unsur hara lainnya.

    Unsur N ( NITROGEN ) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Kekurangan unsur ini mengakibatkan tanaman kerdil, lemah, warna daun hijau pucat, buah yang masih muda mudah gugur. Minyak ikan merupakan sumber N yang baik bagi tanaman.

    Unsur P ( FOSFOR ) sangat membantu tanaman agar tumbuh dengan perakaran yang baik dan kuat. Setelah tanaman dewasa unsur ini membantu menghasilkan bunga dan buah yang sehat dan normal. Kekurangan unsur ini alias unsur N mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhenti atau kerdil. Daunnya mengecil hijau. Tepung tulang merupakan sumber fosfor yang baik bagi tanaman.

    Unsur K ( KALIUM ) berfungsi memberi kekuatan pada batang serta merangsang pertumbuhan daun pada tanaman. Kekurangan unsur ini mengakibatkan ujung daun tanaman menunjukan gejala kering seperti terbakar, daun berguguran mulai dari bawah ke atas, daun berwarna coklat dan mudah patah.

    Unsur Ca ( KALSIUM ) diperlukan tanaman dalam jumlah yang tak begitu banyak, tapi fungsinya sangat penting untuk merangsang pembentukan bulu akar dan biji. Ia juga menambah kekuatan batang dan bunga pada tanaman. Kekurangan unsur Ca mengakibatkan pertumbuhan daun tidak sempurna, kuncup bunga mengering, yang biasanya terjadi pada tanaman yang media tanamannya ( tanah ) terlalu asam. yang termasuk Ca yaitu tepung tulang, cangkang siput dan tepung kapur merupakan sumber kalsium yang baik bagi tanaman, yang sekaligus dapat menetralkan kesamaan tanah.

    Unsur S ( SULFUR/BELERANG ) berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar, membentuk pertumbuhan akar dan pembentukan berbagai jenis protein seperti asam amino. Kekurangan unsur ini menimbulkan gejala hijau muda pada urat daun dan jaringan di antara uratnya.

    Unsur Mg ( MAGNESIUM ) merupakan unsur hara dalam pembentukan klorofil ( zat hijau daun ), agar fotosintesis pada tanaman dapat berlangsung sempurna. Kekurangan unsur ini menunjukkan gejala daun berubah coklat bagian tengahnya tapi pinggiranya tetap hijau. Minyak ikan, tepung tulang, pupuk kandang, abu kayu, kompos merupakan sumber magnesium yang baik. Pupuk organik itu juga kaya dengan unsur hara makro seperti Fe ( Ferrum/Besi ), B ( Boron ), Cu ( Cuprum/Tembaga ), Mn ( Mangan ), Zn ( Zincum/Seng ), yang penting sekali sebagai bahan pembentukan enzim ( Molekul-molekul protein yang bertugas sebagai katalisator untuk mempercepat terjadinya reaksi biokimia dalam jaringan tanaman ).

    Semua unsur hara itu, baik yang makro maupun yang mikro, sangat diperlukan tanaman untuk pertumbuhan, dan kelangsungan produksinya. Masing-masing unsur ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda-beda, namun harus tetap tersedia bagi tanaman


    Thursday, December 13, 2012

    CARA MEMBUAT PUPUK BIDANG PERTANIAN

    Tingkat kesuburan tanah dapat ditentukan dari jumlah kandungan unsur hara yang dikandung tanah tersebut, yang turut ditunjang pula dari cara pengolahan tanahnya. Dalam usaha pertanian, tanah merupakan faktor yang penting sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman akan menyerap dan memanfaatkan berbagai unsur atau zat-zat makanan yang terkandung dalam tanah untuk pertumbuhannya sehingga dapat berproduksi dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Untuk mencapai hal tersebut maka perlu dilakukan pengolahan tanah yang insentif agar kesuburan nya tetap terjaga dan dapat ditingkatkan.

    Salah satu cara yaitu dengan memberikan pupuk, dan untuk menjaga agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu maka dilakukan pula usaha pengendalian hama dan penyakit tanaman. Semua kegiatan ini diusahakan mengacau pada keseimbangan alam.
    Pupuk dan obat - obatan dalam pertanian alamiah / organik dihasilkan dari berbagai bahan yang berasal dari alam.

    Pupuk Alamiah
    Sekarang sahabat tani akan memperkenalkan jenis - jenis pupuk alamiah / organik.
    1. Kompos kering.
    2. Kompos basah / pupuk cair / Ekihi.
    3. Bokashi.
    4. EM, ( Effektive Micro Organisme ).
    5. Campuran bokashi dan EM.
    6. Pemanfaatan sampah dapur.
    7. Pupuk hijau.
    8. Larutan ( Ekstrak ) Tunas tomat.
    Nah sekarang kita akan bahas satu per satu yang di atas tadi. Pertama sahabat tani akan menjelaskan tentang Kompos.
    • KOMPOS
    Kompos adalah bahan - bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Kompos ini dapat dihasilkan dari daun - daun, ranting - ranting, sisa -sisa tanaman, kotoran hewan dll.
    Fungsi kompos adalah :
    1. Memperbaiki struktur tanah.
    2. Meningkatkan daya serap tanah terhadap air.
    3. Memperbaiki dan meningkatkan kehidupan di dalam tanah.
    4. Banyak mengandung zat makanan untuk tanaman.
    Bahan - bahan pembuatan kompos kering :
    - Rumput - rumputan, daun - daunan.
    - Jerami.
    - Abu kayu.
    - Sampah dapur.
    - Kapur.
    - Dedak.
    - Kotoran hewan.
    - Air basa / cairran EM.
    Cara pembuatan :
    Untuk lapisan paling bawah taburkan rumput, daun - daunan, jerami, dengan ukuran 1,5 x 1,5 m, dan ketebalannya 15 cm, ( apabila bahan - bahan tersebut ukurannya terlalu besar sebaik - baiknya dipotong - potong terlebih dahulu ). Kemudian dengan ketebalan yang sama tumpukan sampah dapur dan kotoran hewan, di atasnya taburkan abu kayu, dedak, terakhir taburkan kapur.
    Siram permukaan tumpukan bahan kompos dengan sedikit air ( sampai permukaan tumpukan tampak basah ). Lakukan hal tersebut sampai bahan - bahan yang akan dibuat kompos habis dan tumpukan mencapai 1,5 m, lalu ditutup rapat dengan plastik atau daun - daunan untuk menjaga kelembaban. Apabila selama penyimpanan tersebut kompos mengalami pengeringan segera siram dengan air secukupnya.
    Setelah satu bulan kompos dibalik, untuk selanjutnya dibalik setiap minggu. Setelah tiga bulan kompos siap digunakan.
    Ini adalah salah satu cara pembuatan kompos kering, masih banyak cara - cara lain dan bahan - bahan pun dapat dicari alternatif lainnya.
    Catatan :
    Untuk memudahkan pembalikan kompos sebaiknya disediakan lahan kosong di samping gundukan / tumpukan. Untuk pembalikan kompos, tumpukan digarfu ke tempat di sampingnya.

    Sekian tentang pembuatan kompos kering, dan akan kita bahas selanjutnya tentang pembuatan kompos basah.